Modus Penipuan Perempuan Malang dan Surabaya, Jamin Masuk Polri Lewat Jalur Khusus, Minta Rp 52 Juta

Modus perempuan Malang dan Surabaya menipu bisa memasukkan orang jadi anggota polisi lewat jalur khusus. Minta bayaran Rp 52 juta.

ISTIMEWA/ Humas Polres Bojonegoro
Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan saat ungkap kasus penipuan bisa menjadi anggota Polri, Kamis (9/1/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Satreskrim Polres Bojonegoro menangkap dua perempuan pelaku penipuan bisa menjadikan anggota polisi.

Dua perempuan tersebut yaitu Faridilla Anisatus Sholikah (30), Desa/Kecamatan Tumpang, Malang dan Puspita Rahayu Widodo (30), Desa/Kecamatan Tambaksari, Surabaya.

Sedangkan korbannya adalah Setyo Ariwatan (19), Desa Sidobandung, Kecamatan Balen, Bojonegoro.

Sakit Hati, Pria Ini Edit Foto Mantan Kekasih Injak Alquran, Diunggah ke Facebook Pakai Akun Samaran

Modus Investasi Bodong PT Kam and Kam Raup 750 Miliar, Polda Jatim Dalami Tim IT Aplikasi MeMiles

Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan mengatakan, dua perempuan tersebut menjanjikan korbannya bisa masuk anggota polri dengan membayar  52 juta.

Awal mula korban bertemu tersangka yaitu saat mengantar pacarnya interview di sebuah hotel, September 2019.

Kedua pelaku berperan sebagai direktur dan wakil direktur PT. Kepada korban, pelaku mengaku punya jaringan bisa memasukkan orang ke korps kepolisian melalui jalur khusus dengan membayar sejumlah uang.

Download MP3 Kartonyono Medot Janji Denny Caknan Ada Chord Gitar, Lagu Dangdut Terpopuler 2019

Bonek Jadi Salah Satu Alasan Irfan Jaya Pilih Bertahan di Persebaya Surabaya

Namun setelah ditunggu tak kunjung ada kejelasan, akhirnya korban ini melaporkan ke polisi.

"Iya kedua perempuan ini mengaku bisa menjadikan anggota polri, dengan membayar Rp 52.880.000," ujar Kapolres kepada wartawan, Kamis (9/1/2020).

Perwira menengah itu menjelaskan, setelah ada laporan, kita kembangkan hingga berujung penangkapan kedua pelaku penipuan tersebut.

Menolak Otopsi, Keluarga Akui Mayat Perempuan di Belakang BMKG Sumenep Sempat Alami Depresi

Catat Jadwal Tes SKD dan SKB CPNS 2019, Cetak Kartu Ujian di Portal SSCN

Kini perempuan asal Malang dan Surabaya harus menghuni tahanan Mapolres untuk bertanggung jawab ats perbuatannya itu. 

Dari hasil pengembangan, polisi mengumpulkan sejumlah barang bukti, di antaranya screenshot percakapan, dan juga ada print out tranfer korban ke pelaku.

"Tersangka kita jerat pasal 378 atau 372 KUHP, ancaman hukuman empat tahun penjara," pungkasnya. (M Sudarsono)

Penulis: M Sudarsono
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved