Breaking News:

Cerita Palsu Nenek Jember Diperkosa Demi Sembunyikan Aksi Picik Gagal, Bercak Darah Jadi Petunjuk

Cerita Palsu Nenek Jember Diperkosa Demi Sembunyikan Aksi Picik Gagal, Bercak Darah Jadi Petunjuk.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Sudarma Adi
SURYA/SRI WAHYUNIK
Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal saat menanyai nenek Sumirtuk saat di Mapolres Jember, Jumat (10/1/2020) 

Cerita Palsu Nenek Jember Diperkosa Demi Sembunyikan Aksi Picik Gagal, Bercak Darah Jadi Petunjuk

TRIBUNJEMBER.COM, UMBULSARI - Karena pusing memikirkan utang, nenek asal Desa/Kecamatan Umbulsari, Jember, Sumirtuk (60) berupaya bunuh diri.

Namun upaya bunuh diri itu gagal. Lantas, ia pun mengarang cerita menjadi korban perkosaan dan penganiayaan ketika ditanya polisi.

Keterangan palsu yang dibuat oleh Sumirtuk berhasil diungkap jajaran Polsek Umbulsari, Jumat (10/1/2020).

Adu Moncong Truk Fuso vs Truk Box Hingga Ringsek di Jember, 2 Sopir Tewas Seketika

GEGER Mayat Bayi di Jember, Basri Kaget Lihat Tali Pusar, Ditemukan di Saluran Air, Kondisinya Pilu

Sebelum 8 Januari, Mutasi ASN di Lingkungan Pemkab Jember Dirampungkan

Peristiwa yang menimpa Sumirtuk itu terjadi pada 3 Desember 2019, sekitar pukul 23.30 Wib. Polisi mengetahui apa yang terjadi pada Sumirtuk, pada 4 Desember 2019 pagi.

Peristiwa dugaan perkosaan, dan penganiayaan itu pun membikin gempar ketika itu. Sejumlah media, termasuk Surya & TribunJatim.com menuliskan peristiwa itu.

Kepada polisi, Sumirtuk mengaku diperkosa oleh seorang laki-laki. Selain itu, perempuan itu juga diduga menjadi korban penganiayaan. Sebab ada luka akibat benda tajam di lehernya.

Tetangganya yang menemukan tubuh Sumirtuk di kamar tidurnya, sekitar pukul 05.00 Wib, 4 Desember 2019. Bercak darah ditemukan di tubuh, dan sekitar tubuh Sumirtuk. Tetangganya itu menemukan luka senjata tajam di lehernya. Sang tetangga langsung memberitahu tetangga, dan jajaran Polsek Umbulsari.

Petugas langsung membawanya ke Puskesmas Umbulsari untuk mendapatkan pertolongan pertama. Dia kemudian dirujuk ke RSD dr Soebandi. Dalam pemeriksaan, perempuan itu mengaku menjadi korban perkosaan dan penganiayaan.

Namun ternyata, setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, polisi mendapati perempuan itu mengarang cerita. "Kami lakukan pemeriksaan secara intensif, juga mengacu kepada hasil visum dokter. Hasil visum menyebutkan tidak ada tindak kekerasan seksual yang terjadi kepada yang bersangkutan," ujar Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal saat konferensi pers di Mapolres Jember, Jumat (10/1/2020).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved