Larangan Keras Warga Gresik Mobil Amphibi Anti Air Bantu Evakuasi Banjir, Sebabnya Takut Rumah Roboh

Larangan Keras Warga Gresik Mobil Amphibi Anti Air Bantu Evakuasi Banjir, Sebabnya Takut Rumah Roboh.

Larangan Keras Warga Gresik Mobil Amphibi Anti Air Bantu Evakuasi Banjir, Sebabnya Takut Rumah Roboh
SURYA/WILLY ABRAHAM
Mobil Amphibi seharga hampir 1 miliar milik BPBD Gresik dilarang masuk oleh warga masuk ke dalam Dusun Iker-iker Geger, Desa Iker-iker Geger, Kecamatan Cerme, Jum'at (10/1/2020). 

Larangan Keras Warga Gresik Mobil Amphibi Anti Air Bantu Evakuasi Banjir, Sebabnya Takut Rumah Roboh

TRIBUNGRESIK.COM, CERME - Mobil amphibi anti banjir seharga hampir Rp 1 miliar milik BPBD Gresik dilarang melintas oleh warga setempat.

Padahal mobil tersebut akan masuk ke Dusun Iker-iker Geger, Desa Iker-iker Geger, Kecamatan Cerme.

Kepala BPBD Gresik Tarso Sagito mengatakan awalnya akan masuk ke dalam dusun Iker-iker Geger kurang lebih satu meter.

Sehingga warga terisolir dan akses keluar dusun hanya bisa menggunakan perahu karet.

Kapolri Peduli Penghijauan Serempak, Polres Gresik Tanam 500 Pohon Bersama PT Smelting

TERUNGKAP Motif Pembunuhan Mayat Laki-laki di Tol Kebomas Gresik, Dendam Asmara Hamili Istri TKI

Banjir Sungai Kali Lamong, Tim Tagana Dinas Sosial Gresik Masak Riabuan Nasi Bungkus

"Mobil amphibi dilarang masuk, takut rumah akan roboh kena gelombang mobil amphibi," ujarnya di kantor Bupati Gresik, Jum'at (10/1/2020).

Akhirnya, mobil setinggi 2,5 meter itu terparkir di ruko dekat gapura masuk dusun.

Saat ini, mobil amphibi yang mampu mengevakuasi sembilan orang itu terparkir ke dalam dusun. Sebab, kondisi air sudah surut drastis.

Awal Tahun 2020, Gaji PNS di Gresik Molor Sampai Sepekan Ini Belum Terima Gaji

BREAKING NEWS - Gresik Banjir Lagi, 19 Desa di 4 Kecamatan Terendam, Wilayah Cerme Paling Parah

Ketinggian air hanya 30 sentimeter.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Iker-iker Geger Kristono membenarkan peristiwa penolakan itu.

Pihaknya bersama warga menolak mobil berwarna oranye itu masuk ke dalam dusun.

Alasannya ? Saat itu kondisi air cukup tinggi. Dikhawatirkan jika nekat melintas malah membuat sejumlah rumah warga yang terbuat dari anyaman bambu bisa rubuh terkena gelombang air.

"Total ada delapan rumah warga terdiri anyaman bambu bisa ambruk kena gelombang mobil itu (Amphibi)," terangnya.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved