Kejari Kota Malang Tahan Chandra Heri Putra Tersangka Kasus Penjualan Aset Pemkot Malang

“Sekarang sudah masuk tambahan masa penahanan. Sudah lebih dari 20 hari intinya,” kata Kasi Pidsus Kejari Kota Malang, Ujang Supriadi.

TribunJatim.com/Aminatus Sofya
Kajari Kota Malang Andi Darmawan (kanan) bersama Kasi Pidsus Ujang Supriadi (kiri). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang menahan satu tersangka kasus penjualan aset Pemerintah Kota (Pemkot) Malang di Jalan Brigjend Slamet Riadi, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Pria bernama Chandra Heri Putra itu ditahan sejak Desember 2019 silam.

“Sekarang sudah masuk tambahan masa penahanan. Sudah lebih dari 20 hari intinya,” kata Kasi Pidsus Kejari Kota Malang, Ujang Supriadi, Senin (13/1/2020).

Ia menambahkan Kejari Kota Malang sedang melakukan pemberkasan.

Apabila telah selesai, berkas akan diserahkan kepada Pengadilan Tindak Pidana (Tipikor) Surabaya agar segera disidangkan.

“Ya kalau tahap satu selesai, tahap dua dan tahap tiga selesai maka langsung kami limpahkan,” bebernya.

Polemik Penembokan Jalan Tambak Wedi Baru, Pemkot Terus Koordinasi dengan Kejaksaan

Agar Keinginan Tercapai Tanpa Utang, Coba 4 Cara Sukses Siapkan Dana Darurat ala Bank Commonwealth

Berdasarkan fakta persidangan kata Ujang, Chandra diduga bersama-sama Leonardo Wiebowo Soegio, warga Jalan Buring memalsukan sertifikat tanah di Oro-oro Dowo milik Pemerintah Kota Malang.

Peran Chandra terungkap saat persidangan Leonardo di Pengadilan Tipikor Surabaya. Chandra disebut memberikan uang Rp 400 juta kepada Leonardo untuk tambahan modal pembelian tanah dan bangunan Oro-Oro Dowo.

Cara Cerdik Pencuri Bobol Mesin ATM Tanpa Sidik Jari, Rp 41,4 Juta di Tangan Dalam Sekejap

Dugaan Polisi Jika Pelaku Pencurian Mesin ATM BMD Syariah Madiun Profesional dan Lebih dari 1 Orang

Ujang menyebut tersangka kasus aset Pemkot Malang di Oro-oro Dowo ini berpotensi bertambah. Sejauh ini, dua orang telah divonis bersalah yakni Leonardo dan notaris bernama Natalia Christiana, warga Jalan Taman Gayam Malang. Sementara satu orang pegawai BPN, Nanang Rofii, masih tahap pemberkasan.

“Mungkin bertambah. Kami masih melihat fakta persidangan,” kata dia.

Kasus ini bermula dari laporan Maria Purbowati yang mengaku ditipu oleh Leonardo saat bertransaksi tanah di Jl Brigjen Slamet Riadi, Kelurahan Oro-Oro Dowo. Maria menemukan ketidakabsahan sertifikat nomor 1606 yang ternyata milik negara. Dari sana, terbongkar aksi Leonardo dan kawanannya mengonversi aset milik Pemkot Malang.

Berkat konversi palsu ini, terbit sertifikat SHM nomor 1603 yang kemudian dipecah menjadi beberapa SHM lagi. Salah satu SHM yang terbit adalah SHM nomor 1606 yang dijual kepada Chandra.

Hari Ini, Mario Gomez dan Tim Pelatih Asing Akan Terbang ke Indonesia

Di Surabaya, Maling Uang dan HP Ini Kaget Saat Kepergok Pemiliknya, Sempat Terjatuh dari Lantai 2

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved