Kasus Penyekapan Bocah di Jember, Ada Kekeliruan Pola Asuh Anak Kecanduan Game Online

Petugas menyebut ada kekeliruan pola asuh terhadap anak korban penyekapan dan pemborgolan oleh ayah kandung di Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember.

Kasus Penyekapan Bocah di Jember, Ada Kekeliruan Pola Asuh Anak Kecanduan Game Online
SURYA/SRI WAHYUNIK
EW / Edy Wasito memakai baju tahanan saat rilis penyekapan anak di Jember 

 TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Petugas menyebut ada kekeliruan pola asuh terhadap anak korban penyekapan dan pemborgolan oleh ayah kandung di Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember.

Saat kasus itu terungkap, EW (40), si ayah menuturkan anaknya 'nakal' karena kecanduan permainan 'game online'.

Kecanduan permainan tersebut, masih menurut EW, membuat sang anak melakukan beberapa perbuatan di luar kewajaran anak se-usianya.

Bocah yang baru lulus SD itu disebutnya kerap mengambil uang untuk bermain game, serta beberapa kali kabur dari rumah karena ingin bermain game di tempat usaha yang menyediakan permainan game online.

Karena itulah, EW memilih membeli borgol untuk memborgol anaknya, MI (13). Keinginan itu terlaksana pada Sabtu (11/1/2020) lalu, EW memborgol MI, dan mengikatnya ke sebuah tiang di kandang ayam di rumahnya.

MI juga tidak memakai baju alias telanjang. MI berhasil kabur, dan meminta tolong kepada tetangganya sampai akhirnya kasus tersebut terkuak.

Kini kasus itu masuk ke proses hukum di Mapolres Jember. EW menjadi tersangka, dan dijerat memakai UU Penghapusan Kekerasadan Dalam Rumah Tangga.

Mendengar penuturan EW, untuk sementara bisa disimpulkan, jika MI adalah anak korban 'broken home'. Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal menyebutkan hal tersebut ketika memimpin rilis pengungkapan perkara itu di Mapolres Jember, Senin (13/1/2020).

Cicipi Rawon Pertama Kali, Pemain Asing Baru Persebaya Mahmoud Eid: Kuah Sop dan Dagingnya Saya Suka

Bocah Jember Disekap & Diborgol Ayah di Kandang Ayam Bakal Dapat Pendampingan hingga Trauma Healing

Selain Tontowi/Apriyani, Berikut 4 Wakil Merah Putih yang Lolos Putaran Utama Indonesia Masters 2020

"Anak ini adalah korban broken home," ujar AKBP Alfian Nurrizal kepada Tribunjatim.com.

Ayah dan ibunya sudah bercerai. Sedangkan MI kerap ikut pengasuhnya. Dia tidak diasuh oleh ibu kandungnya. Sementara itu, EW pernah dibui dalam kasus KDRT karena menganiaya istri pertamanya, alias ibu kandung MI.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved