Breaking News:

Kilas Kriminal Jatim

KILAS KRIMINAL JATIM: Begal Sadis di Gresik hingga Foto Bugil Gadis Trenggalek Disebar Mantan Pacar

Begal sadis di Gresik tebas tangan korban pakai pisau hingga video dan foto cewek di Trenggalek disebar mantan pacar.

YouTube via Surya - Surya/Alfahul Abidin
KILAS KRIMINAL JATIM: Begal Sadis di Gresik hingga Foto Bugil Gadis Trenggalek Disebar Mantan Pacar. 

Seorang cewek di Trenggalek mengalami nasib sial saat foto, dan video tak berbusananya disebar mantan cowoknya.

Ternyata sang pelaku memiliki niat terselubung saat melakukan kejahatan tersebut.

Sudahnan (25), warga Desa Pringdapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek nekat mengunggah foto dan video bugil mantan kekasihnya di media sosial Facebook.

Konten yang mengandung unsur pornografi itu diunggah di akun palsu yang Sudahnan namai mirip dengan nama mantan kekasih.Sang mantan kekasih yang tak terima melaporkan aksi itu ke polisi.

Tim Satreskrim Polres Trenggalek akhirnya menangkap Sudahnan, Minggu (12/1/2020).

Saat gelar tangkapan di Mapolres Trenggalek, Senin (13/1/2020), Sudahnan mengaku nekat mengungah foto dan video bugil karena sakit hati.

"Saya di-PHP (Pemberi Harapan Palsu)," kilah Sudahnan.

Ia mendapat video berbau pornografi dari konten video call selama mereka berpacaran setahun.

Sementara foto-foto bugil didapat dari korban juga ketika masih menjalin hubungan.

Baca selengkapnya

Kasus Penyekapan Bocah di Jember, Ada Kekeliruan Pola Asuh Anak Kecanduan Game Online

4. Tiga Pria Surabaya Pesta Sabu di Rumah, Bikin Mereka Divonis 3 Tahun Bui di Pengadilan

Antonius Adrian, Andika Dwi Astro, dan Bagus Febrianto hanya bisa tertunduk lesu saat disidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (14/1/2020).
Antonius Adrian, Andika Dwi Astro, dan Bagus Febrianto hanya bisa tertunduk lesu saat disidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (14/1/2020). (TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN)

Tiga terdakwa Antonius Adrian dan Andika Dwi Astro serta Bagus Febrianto hanya bisa tertunduk lesu saat mereka divonis tiga tahun penjara atas kasus penyalahgunaan narkotika. 

Mereka terbukti melanggar pasal 114 ayat (1)  Juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

"Menjatuhkan hukuman selama tiga tahun penjara. Hukuman terhitung selama terdakwa ditahan," kata hakim Anne Rusiana saat bacakan amar putusan dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa, (14/1/2020). 

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa yang menuntut ketiganya dengan hukuman tiga tahun enam bulan. 

Menanggapi putusan itu, ketiga terdakwa yang masih muda ini mengaku menerima.

Diketahui, tiga terdakwa ditangkap oleh Kepolisian Polrestabes Surabaya pada 14 Agustus 2019 silam. 

Mereka ditangkap saat sedang pesta sabu di rumah terdakwa Bagus di Jalan Pakis Sidorejo gg. III No. 11 Surabaya

Saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa satu pipet kaca yang berisi Narkotika jenis sabu dengan berat 1,63  gram dengan pipetnya di dalam taplak kantong kulkas, tiga klip plastik sisa pakai sabu dan skrop ditemukan dalam kotak minuman Jack Daniel. 

Penyebab Siswa SMK Surabaya Gantung Diri & Rekam Detik-detik Aksi Terungkap? Wasiat Bicara Cita-cita

5. Tangisan Wahyu Sulistyawati Warnai Sidang Kasus Pencurian HP di Sejumlah Tempat Makan di Surabaya

Wahyu Sulistyawati menangis tersedu-sedu setelah dirinya dituntut jaksa satu tahun dua bulan penjara, Selasa (14/1/2020).
Wahyu Sulistyawati menangis tersedu-sedu setelah dirinya dituntut jaksa satu tahun dua bulan penjara, Selasa (14/1/2020). (TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN)

Wahyu Sulistyawati menangis tersedu-sedu setelah dirinya dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Riny NT dengan hukuman penjara selama satu tahun dua bulan. 

Terdakwa kasus dugaan pencurian handphone ini terbukti melanggar pasal 363 ayat (1) KUHP. 

“Bahwa terdakwa Wahyu Sulistyawati bersama terdakwa Yuli Erwana yang tidak adalah suaminya (berkas terpisah) terbukti melakulan pencurian handphone.

Menuntut terdakwa dengan hukuman satu tahun dua bulan penjara,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Riny NT saat membacakan surat tuntutan, Selasa (14/1/2020). 

Disamping itu, Hakim Ketua Muhammad Firza mempertanyakan terdakwa Wahyu Sulistyawati apakah bersedia menerima atau tidak hukuman yang dijatuhkan kepadanya.

“Bagaimana terdakwa Wahyu Sulistyawati. Apakah menerima, atau mengajukan keringanan. Bisa disampaikan ke jaksa,” tanya Hakim Firza kepada terdakwa. 

Wahyu Sulistyawati terdiam sejenak sembari terisak hingga tak bisa lagi membendung air matanya.

Hingga pada akhirnya, Wahyu Sulistyawati menangis karena keberatan atas tuntutan tersebut.

Ibu satu anak itu beralasan karena anaknya tidak ada yang merawat di rumah. 

Baca selengkapnya

Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved