Breaking News:

Kini, Berjualan Senapan Angin Harus Berizin

Penjual harus memiliki izin yang teregistrasi, dan kepolisian terdekat mengetahuinya," tegas Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal di Mapolres Jember,

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM/SRI WAHYUNIK
Samsul Arifin saat rilis di Mapolres Jember, dan senapan angin yang tak sengaja meletus dan menewaskan satu orang. 

 TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Perdagangan senapan angin harus mengantongi izin usaha. Selain itu, pihak kepolisian terdekat tempat usaha juga harus mengetahuinya.

"Meskipun ini senapa angin, namun dalam proses jual belinya harus ada izin. Penjual harus memiliki izin yang teregistrasi, dan kepolisian terdekat mengetahuinya," tegas Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal di Mapolres Jember, Selasa (14/1/2020).

Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal  menegaskannya saat memimpin rilis kejadian tewasnya warga Banyuwangi karena terkena letusan senapan angin di Kecamatan Silo, Jember, pada Kamis (9/1/2020) malam lalu.

AKBP Alfian Nurrizal menegaskan, senapa angin termasuk senjata berbahaya. Apalagi senapan angin yang menewaskan M Irfan (27) warga Perkebunan Malangsari Desa Kebonrejo Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, itu memiliki amunisi kaliber 4,5 mm.

Senapan itu dijual oleh Mashuda (65) warga Desa Garahan Kecamatan Silo. Mashuda mendatangkan senapan angin dari Kabupaten Blitar.

Alfian menyebut, Mashuda selaku penjual senapan itu tidak memiliki izin.

Antisipasi Dipakai Pelaku Teror, Polisi Dalami Sindikat Perdagangan Senapan Angin Ilegal di Lumajang

Video & Foto Cewek Tak Berbusana Disebar Eks Cowoknya di Facebook, Terkuak Niat Pelaku Sebenarnya

TKI Asal Trenggalek Terus Meningkat Tiap Tahunnya, Ada Apa?

"Berdasarkan Peraturan Kapolri, seharusnya ada izin untuk memperdagangkan senapan angin. Penjual ini tidak memiliki izin. Kami masih dalami juga kasus ini," lanjutnya kepada Tribunjatim.com.

Selain itu, lanjutnya, transaksi senapan angin harus dilakukan di ruang terbuka, bukan ruangan sempit yang tertutup. Saat mencobanya, kata Alfian, juga harus dilakukan di ruangan terbuka yang jauh dari kerumunan warga, atau permukiman warga.

Namun dalam kejadian yang menewaskan Irfan, pengecekan senapan angin itu dilakukan di dalam rumah. Irfan tewas dengan luka tembak di mata kanannya setelah terkena letusan senapan angin yang hendak dibeli dari Mashuda. Senapan angin itu meletus secara tidak sengaja, saat Samsul Arifin (29), teman dan tetangga Irfan, meraih senapan itu saat hendak terjatuh. Nahasnya, jemari Samsul menarik pelatuk senapan yang berisi amunisi itu. Letusan terjadi, dan mengarah kepada Irfan.

Seperti diberitakan sebelumnya, hendak membeli senapan angin, seorang warga Perkebunan Malangsari Desa Kebonrejo, Kalibaru, Banyuwangi tewas terkena letusan peluru senjata angin. Peristiwa itu terjadi di Desa Garahan Kecamatan Silo pada akhir pekan lalu.

Warga yang tewas bernama M Irfan (27). Lokasi kejadian adalah ruang tamu rumah Mashuda (65) di Desa Garahan, Silo, Jember.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved