Breaking News:

Kini, Berjualan Senapan Angin Harus Berizin

Penjual harus memiliki izin yang teregistrasi, dan kepolisian terdekat mengetahuinya," tegas Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal di Mapolres Jember,

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM/SRI WAHYUNIK
Samsul Arifin saat rilis di Mapolres Jember, dan senapan angin yang tak sengaja meletus dan menewaskan satu orang. 

Peristiwa itu bermula saat Irfan, bersama tiga orang tetangganya, Samsul Arifin, Muzamil Husein, dan Slamet bertamu (semuanya dari Perkebunan Malangsari) bertamu ke rumah Mashuda pada Kamis (9/1/2020) malam. Keempat orang itu hendak membeli senjata angin ke Huda.

Mereka mengambil senapan angin di rumah Mashuda yang dipesan Slamet dan Muzamil. Ketika berbincang, Muzamil bertanya apakah Mashud punya senapan angin jenis lain.

Mashuda lantas mengambil dua pucuk senapan angin yang diserahkan kepada Slamet dan Samsul. Saat menyerahkan senapan ke Samsul, Mashuda bilang awas ada pelurunya.

Samsul kemudian menarik grendel senapan itu sehingga senapan angin siap diletuskan. Senapan itu kemudian disandarkan dalam posisi tegak lurus. Tiba-tiba senapan itu hendak jatuh. Secara otomatis, Samsul memegangnya. Namun jarinya menekan pelatuk senapan itu.

Tak pelak senapan angin itu meletus. Nahasnya letusan amunisi mengarah ke bagian muka Irfan. Irfan langsung terduduk dan darah keluar dari bawah kelopak mata kanan.

"Langsung saya bawa ke Puskesmas. Tidak sengaja meletus," ujar Samsul sambil tertunduk saat di Mapolres Jember, Selasa (14/1/2020).

Namun saat tiba di Puskesmas, nyawa Irfan tidak tertolong. Dia meninggal dunia dalam upaya pertolongan. Meskipun tidak sengaja, Samsul ditetapkan sebagai tersangka. Polisi menangani kasus tersebut. Samsul ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat memakai Pasal 359 KUHP, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (Sri Wahyunik/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved