Puluhan Orang Aliansi Kompak Geruduk Kantor DPRD Gresik, Desak Nonaktifkan Sekkab & Usut Korupsi

Puluhan Orang Aliansi Kompak Geruduk Kantor DPRD Gresik, Desak Nonaktifkan Sekkab & Usut Korupsi.

Puluhan Orang Aliansi Kompak Geruduk Kantor DPRD Gresik, Desak Nonaktifkan Sekkab & Usut Korupsi
SURYA/SUGIYONO
Aliansi komite masyarakat pejuang anti korupsi (Kompak) menggelar unjuk rasa di DPRD Kabupaten Gresik, Selasa (14/1/2020) 

Puluhan Orang Aliansi Kompak Geruduk Kantor DPRD Gresik, Desak Nonaktifkan Sekkab & Usut Korupsi

TRIBUNGRESIK.COM, GRESIK - Aliansi komite masyarakat pejuang anti korupsi (Kompak) menggelar unjuk rasa di Kantor DPRD Gresik, Selasa (14/1/2020).

Mereka meminta DPRD Gresik menonaktifkan terdakwa Sekkab Gresik Andhy Hendro Wijaya.

Massa yang berorasi di pendopo Alun-alun Gresik meminta kepada DPRD Gresik segera membentuk panitia khusus (Pansus) untuk menindak pidana korupsi di Pemkab Gresik yang menyeret Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Andhy Hendro Wijaya.

Pencarian Pemuda yang Terjun dari Jembatan Sembayat Gresik Dilanjutkan Besok

Pemkab Gresik Raih Penghargaan Pembina K3 Terbaik se- Jawa Timur

Maling Obok-obok Butik di Gresik Kota Baru, Jam Mahal dan Kacamata Dibawa Kabur

Beberapa tuntutan massa yaitu mendesak DPRD Gresik untuk menonaktifkan terdakwa Sekkab Gresik Andhy Hendro Wijaya, Usut tuntas kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di inspektorat Kabupaten Gresik yang sampai saat ini belum ada tersangka.

Selain itu, massa juga meminta agar mengusut tuntas kasus korupsi di Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, sebab korupsi tidak berjalan sendiri dan wujudkan pemerintah yang bersih dari praktik-praktik korupsi.

"Kita meminta agar DPRD Gresik menonaktifkan terdakwa Sekda Gresik dan usut tuntas kasus korupsi di Kabupaten Gresik," kata Saifudin, Ketua SPBI Kasbi Gresik dalam orasinya.

Massa dari berbagai elemen masyarakat tersebut, juga menyoroti aliran dana dugaan korupsi di Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Gresik. Sebab, sudah ada terdakwa yang divonis Pengadilan Tipikor Surabaya selama 4 Tahun penjara, yaitu mantan Sekretaris BPPKAD Kabupaten Gresik M Mukhtar.

Aliran dana tersebut diduga mengalir ke beberapa pejabat, yaitu asisten I, II dan III Pemkab Gresik. Selain itu juga mengalir ke Kepala BKD Kabupaten Gresik, Kabag hukum sampai ke para ajudan Bupati, Wakil Bupati dan sekda Gresik.

"Jadi, kami meminta usut tuntas para penerima aliran dana korupsi tersebut," kata Haris Shofwanul Faqih, Koordinator LSM Forkot Gresik.

Dari perwakilan aliansi masyarakat yaitu dari LSM Forkot, LSM Genpatra, LSM MGPK, LSM PAL, LSM FPPI, Persatuan Pedagang Alun-alun Gresik dan Ultras Gresik.

Saat ini, perwakilan LSM diterima langsung oleh Ketua DPRD Gresik Fandi Ahmad Yani. "Kemarin kita sudah dikumpulkan oleh Gubernur Jatim dan dibekali tentang tindak pidana korupsi. Sehingga, dukungan dari aliansi masyarakat ini tepat dalam membantu pemerintah memberantas korupsi," kata Gus Yani, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut Gus Yani mengatakan, bahwa apapun proses hukum yang dialami Sekda Gresik harus dihormati.

"Saya juga heran, bila mana ASN atau pegawai negeri mempunyai persoalan hukum, jika hakim sudah memutuskan seseorang ini bersalah, maka harus dipecat. Tapi, proses yang dialami oleh Pak Sekda, saat ini masih terdakwa. Maka alangkah baiknya, pak bupati menonaktifkan, untuk fokus dalam melakukan proses hukum yang dialami," katanya.

Dari unjuk rasa tersebut, Ketua DPRD Gresik akan merapatkan bersama pimpinan DPRD Gresik untuk membahas masalah Sekda Kabupaten Gresik. "Kami akan mencoba merapatkan ditingkat pimpinan dewan. Saya harap teman-teman bisa sama-sama mengawal, agar kita bisa menanyakan alasannya kenapa sampai hari ini Pak Bupati belum menonaktifkan," katanya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved