Breaking News:

Polisi Selidiki Peredaran 400 Pil Koplo yang Diselundupkan Lewat Sayur Lodeh ke Lapas Mojokerto

Narapidana KA terbukti menerima 400 butir pil koplo hasil selundupan di dalam Lembaga Pemasyarakatan Klas II-B Mojokerto.

SURYA/M Romadoni
Polisi Satuan Reserse Narkoba Polresta Mojokerto akan melakukan pemeriksaan terhadap narapidana KA yang terbukti menerima 400 butir pil koplo hasil selundupan di dalam Lembaga Pemasyarakatan Klas II-B Mojokerto. 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Polisi Satuan Reserse Narkoba Polresta Mojokerto akan melakukan pemeriksaan terhadap narapidana berinisial KA.

Narapidana KA terbukti menerima 400 butir pil koplo hasil selundupan di dalam Lembaga Pemasyarakatan Klas II-B Mojokerto.

Pemeriksaan itu dilakukan lantaran ada indikasi peredaran pil koplo yang diduga melibatkan narapidana tersebut.

Kasat Narkoba Polresta Mojokerto, AKP Redik Tribawanto menjelaskan, berdasarkan Undang-undang Kesehatan Nomor 36 tahun 2009 yang dijerat adalah seorang sudah terbukti sebagai pengedar pil koplo.

Padahal, ribuan pil koplo itu yang mengedarkannya saat itu adalah perempuan itu inisial NA (49) warga Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto.

KPU Situbondo Buka Pendaftaran PPK untuk Pilkada Serentak 2020, Intip Syaratnya

Pabrik Scaffolding di Sidoarjo Terbakar, 1 Karyawan Tewas dan 4 Lainnya Terluka

Karena ada pesanan pil koplo dari yang bersangkutan berarti wanita ini yang mengedarkannya.

"Kalau UU kesehatan itu harus terbukti mengedarkan atau diperjualbelikan hukuman pidana penjara 6 tahun. Jadi beda kalau narkoba terbukti dia membawa ya langsung ditangkap karena kedapatan menguasai," ujarnya saat dikonfirmasi Surya, Rabu (15/1/2020).

Korban Tewas Akibat Kebakaran Pabrik Scaffolding di Sidoarjo Diduga Memiliki Riwayat Jantung Lemah

Daftar Nama 9 Korban Tewas dan Luka Dalam Kebakaran Pabrik Scaffolding di Taman Sidoarjo

Ia mengatakan pihaknya berpedoman pada penyelidikan Pro Justitia yang mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Oleh sebab itu, pihaknya tidak dapat menjerat narapidana ini lantaran dia masih kedapatan belum mengedarkan sesuai UU kesehatan di sesuai Pasal 197 dan atau Pasal 196 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009.

"Pada saat barang itu (Pil Koplo) diambil di  Lapas itu kan belum diedarkan sama narapidana tersebut ini sebatas (Asumsi)  analisa sementara karena kan belum kita tangkap pelaku utama masih kita selidiki," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved