Tanggul Sungai Brantas di Jombang Amblas, 5 Desa dan Ribuan Hektare Lahan Pertanian Terancam

Tanggul Sungai Brantas di Dusun Jatipandak, Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Kabuoaten Jombang dalam kondisi kritis.

Surya/Sutono
Kondisi tanggul sungai Brantas yang kritis di Desa Jatiduwur Kecamatan Kesamben, Jombang. Amblas secara bertahap, tergerus arus sungai.(sutono) 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Tanggul Sungai Brantas di Dusun Jatipandak, Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Kabuoaten Jombang dalam kondisi kritis. Akibatnya, lima desa dan ribuan hektare sawah diintai bencana.

Tanggul tersebut mengalami abrasi dan amblas secara bertahap. Panjang tanggul yang kritis tersebut mencapai sekitar 160 meter.

Yang lebih mengkhawatirkan, batu bronjong yang berfungsi penahan air juga mulai ambrol. Pondasi batu tersebut ambrol.

Tiang beton sebagai kekuatan bronjong juga jebol. Jika hal itu dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan tanggul yang sudah menipis itu juga jebol.

Ini karena pondasi tanggul sudah menggantung, sehingga bronjong ikut melorot.

Komisi Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Burhanudin membenarkan kondisi tersebut. Kata dia, jika tanggul sampai jebol, dampaknya sangat membahayakan.

Sekitar tujuh ribu hektare lahan pertanian akan terendam. Bahkan, lima desa yang ada di sekitar tanggul juga akan terdampak.

Area Persawahan 5 Kecamatan di Trenggalek Diserang Tikus, Warga Bunuh Ratusan Tikus Pakai Obat Hama

Panti Pijat di Kota Kediri Yang Tidak Punya Izin Terancam Ditutup

MotoGP 2020, Valentino Rossi Targetkan Bisa Tampil Lebih Baik dan Finis di Peringkat Tiga Besar

"Karena di balik tanggul tersebut merupakan permukiman padat penduduk. Di antaranya Desa Jatiduwur, Jatipandak, Podoroto, Pojokrejo, Wuluh dan Desa Blimbing. Namun yang terdampak bisa mencapai 14 desa jika tanggul betul-betula jebol," katanya kepada Tribunjatim.com.

Tim BBWS dan Dinas Pekerjaan Umumn dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang sudah melakukan pemantauan lokasi untuk memastikan kondisi yang sebenarnya terhadap tanggul tersebut dan langkah selanjutnya.

Dengan mengendarai perahu, mereka menyisir tepian Sungai Brantas. Dari pantauan tersebut terlihat batu-batu sebesar kepala yang berfungsi sebagai penguat tanggul, mulai ambrol.

Halaman
12
Penulis: Sutono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved