Tanggul Sungai Brantas di Jombang Amblas, 5 Desa dan Ribuan Hektare Lahan Pertanian Terancam

Tanggul Sungai Brantas di Dusun Jatipandak, Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Kabuoaten Jombang dalam kondisi kritis.

Surya/Sutono
Kondisi tanggul sungai Brantas yang kritis di Desa Jatiduwur Kecamatan Kesamben, Jombang. Amblas secara bertahap, tergerus arus sungai.(sutono) 

Burhanudian mengungkapkan, bronjong tersebut dibangun pada 2018. Namun, karena kuatnya gerusan ombak sungai, tanggul tersebut akhirnya rontok.

Burhanudin juga mengatakan, kerusakan tersebut merupakan dampak jangka panjang dari pengerukan pasir Sungai Brantas secara liar.

Dia juga mengungkapkan, awalnya ketebalan tanggul 30 meter. Namun kini kondisinya mulai menipis, tinggal setengahnya.

"Dampak pengerukan tersebut kita rasakan sekarang. Dasar sungai menjadi berongga-rongga. Banyak palung-palung di dalamnya. Begitu disapu ombak besar, tanggul langsung ambrol," ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Menurut Burhanudin, pihaknya selama ini sudah melakukan sejumlah langkah antisipasi. Namun tak bisa dilakukan secara efektif karena dengan anggaran.

"Yang pasti masyarakat berharap kerusakan ini segera ditangani. Karena jika dibiarkan dampaknya cukup besar," pungkas Burhanudin.(Sutono/Tribunjatim.com)

Penulis: Sutono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved