Breaking News:

Gauli ABG Sebanyak Empat Kali, Karyawan Rumah Makan di Surabaya Ini Dibekuk Polisi

Persetubuhan yang dilakukan MPB (19) warga Surabaya ini terhadap Bunga (16) warga Surabaya berujung pada laporan polisi.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Yoni Iskandar
istimewa
Pelaku pemerkosaan ABG di Surabaya 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Persetubuhan yang dilakukan MPB (19) warga Surabaya ini terhadap Bunga (16) warga Surabaya berujung pada laporan polisi.

MPB dilaporkan oleh ayah korban yang tak terima sang anak telah disetubuhi sebanyak empat kali sejak Agustus hingga September 2019 lalu.

Kejadian itu bermula saat Bunga mengenal MPB melalui aplikasi jodoh Tantan.

Di aplikasi itu, MPB mengirimkan rayuan gombal kepada korban hingga mau berpacaran.

Setelah berpacaran, keduanya pun sepakat bertemu. Beberapa kali pertemuan, membuat MPB kembali melancarkan bujuk rayunya kepada Bunga agar mau melakukan hubungan seks layaknya pasangan suami istri.

"Keterangan korban, sudah empat kali. Pertama dirumah tersangka saat kondisinya sepi. Kedua di rumah kontrakan korban dan terkahir dua kali di sebuah apartemen di Surabaya," beber Kanit Pelayan Perempuan dan Anak Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni,Kamis (16/1/2020).

Tragis, Pemuda di Lumajang ini Perkosa Neneknya Sendiri

Gadis di Pasuruan Dijual Calon Suaminya, Fotonya Diposting di Akun Facebook, Lihat Nasibnya Kini

Aksi Nekat Pelaku Curanmor di Malang, Curi Honda Scoopy di Parkiran Tanpa Terdengar Suara Alarm

Terbongkarnya kelakuan bejat MPB itu setelah ia meminta putus dengan Bunga.

Bunga kemudian menceritakan kejadian yang dialaminya kepada ayahnya.

"Tidak termia anaknya disetubuhi, ayah korban lapor kepada kami," sebut Ruth kepada Tribunjatim.com.

Laporan tersebut berimbas pada penangkapan tersangka MPB saat sepulang kerja dari sebuah rumah makan di jalan Manyar, Selasa (14/1/2020) di sekitar rumahnya.

"Saat kami tangkap,tanpa perlawanan tersangka mengakui perbuatannya," tandas Ruth kepada Tribunjatim.com.

Meski berdalih suka sama suka, MPB tetap saja dijerat dengan pasal Pasal 81 ayat (2) No.35/2014 atas perubahan No.23 /2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. (Firman/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved