LPG 3 Kg Bakal Disalurkan Tertutup, Dinas ESDM Jatim Mulai Manfaatkan 'Gas Rawa' Jadi Alternatif

Dinas ESDM Jatim mulai memanfaatkan gas rawa sebagai pengganti gas LPG 3 kg bilamana mulai disalurkan secara tertutup.

LPG 3 Kg Bakal Disalurkan Tertutup, Dinas ESDM Jatim Mulai Manfaatkan 'Gas Rawa' Jadi Alternatif
SURYA/SAMSUL HADI
Pegawai mengecek tumpukan elpiji 3 kilogram yang akan didistribusikan ke masyarakat di PT Petro Jaya Gas, Kota Blitar, Rabu (7/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai menyiapkan energi alternatif seiring dicabutnya subsidi gas elpiji 3 kg oleh pemerintah pusat  melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Contohnya, saat ini Dinas ESDM Jatim mulai memanfaatkan gas rawa di Bojonegoro untuk menggantikan gas elpiji 3 kg, tepatnya di Desa Nguken Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro.

"Ini gas rawa yang tidak digunakan sama sekali, kita manfaatkan, kita ubah ke separator kemudian dialirkan ke 39 kk," kata Kepala Dinas ESDM Jatim, Setiajit, Jumat (17/1/2020).

Wacana Subsidi Elpiji 3 kg Akan Dicabut, Pedagang Makanan di Kota Malang Keberatan

Sumber gas alternatif ini dirasa perlu karena jika subsidi dicabut maka kenaikan gas elpiji 3 kg ini cukup terasa.

Mulai dari yang sebelumnya Rp18 ribu menjadi Rp35 ribu.

Namun begitu, Setiajit menegaskan sebenarnya subsidi tidak dihapus.

Melainkan dialihkan untuk langsung diberikan kepada penerima manfaat yaitu warga tidak mampu.

Penyaluran subsidi gas elpiji 3 kg nantinya diganti dengan transfer uang sebesar Rp105 ribu tiap bulan dengan perhitungan masyarakat miskin melakukan isi ulang gas elpiji 3 kg sebanyak tiga kali dalam satu bulan.

Halaman
12
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved