Breaking News:

Investasi Bodong Memiles

16 Hari Investasi Memiles Dibongkar Polda Jatim, Ada 709 Orang Korban Telah Buat Laporan

16 Hari Sejak Kasus Investasi Memiles Dibongkar Polisi, Tercatat 709 Orang Korban Telah Buat Laporan

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Yoni Iskandar
Dokumen Humas Polda Jatim
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, dan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko saat mengumumkan dua tersangka baru kasus Investasi Ilegal Memiles di Aula Patuh Semeru, Gedung Tri Brata Mapolda Jatim, Jumat (10/1/2020) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Proses pengembangan dan penyelidikan kasus investasi bodong Memiles PT Kam and Kam telah bergulir lebih dari dua pekan.

Lima orang petinggi perusahaan telah ditetapkan sebagai tersangka, uang tunai sekitar Rp 124 Milliar telah disita dari mereka, dan sejumlah orang publik figur dari kalangan artis telah dimintai keterangan sebagai saksi.

Namun hal itu tak membuat laporan dari pihak masyarakat yang merasa jadi korban berhenti melapor.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menuturkan, 16 hari pasca kasus tersebut dirilis, sedikitnya telah tercatat 139 orang pelapor yang langsung mendatangi Posko Pengaduan Memiles di Gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolda Jatim.

Dan tercatat sekitar 571 orang pelapor melalui aplikasi online.

"Berkat sosialisasi dan penyampaian transparansi kemudian juga secara perkembangan informasi ya masyarakat melihat ini menjadi suatu edukasi untuk melaporkan," katanya di Mapolda Jatim, Sabtu (18/1/2020).

Trunoyudo mengungkapkan, proses penyelidikan terhadap kasus tersebut memiliki tenggat waktu.

Bila dihitung-hitung, penyidik memiliki batasan waktu sekitar 60 hari.

Polda Jatim Bakal Periksa 5 Saksi Pekan Depan Soal MeMiles, Anggota Keluarga Cendana hingga Judika

Bruno Matos Hengkang, Bhayangkara FC Gaet Renan Silva untuk Arungi Liga 1 2020

Buron Enam Bulan, Maling Perumahan Mewah Diringkus Saat Nyamar Jadi Tukang Parkir di Bali

Selama kurun waktu itu, penyidik wajib melengkapi berkas hasil penyidikan termasuk berkas laporan dari para korban.

"Saat kriminal justis bekerja sampai tahap penyidikan sampai dalam proses pengadilan," terangnya kepada Tribunjatim.com.

"Di pengadilan nanti ada putusan, putusan nanti akan ada lagi, pertama kami akan menyampaikan hak atas kepastian hukum," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved