Breaking News:

Pemkot Punya Banyak Petugas Lapangan, Siaga Antisipasi Banjir di Surabaya

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memiliki banyak petugas yang siaga untuk mengantisipasi terjadinya banjir di Surabaya.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Yoni Iskandar
ndaru/tribunjatim
Hujan deras di kota Surabaya menyebabkan Jalan Indragiri dan sekitarnya seperti jalan Jambi dan Kutai Surabaya tergenang banjir. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memiliki banyak petugas yang siaga untuk mengantisipasi terjadinya banjir di Surabaya.

Mereka terdiri dari Satgas PU, Operator Rumah Pompa serta petugas dari Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya.

Untuk Satgas PU misalnya, jumlahnya mencapai sekitar 1300 Satgas.

"(Bertugas) melakukan normalisasi saluran ataupun box culvert," kata Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Surabaya, Erna Purnawati.

Tugas para satgas itu, kata Erna, sangat dibutuhkan terutama ketika alat berat tak bisa menjangkau.

Sedangkan untuk operator Rumah Pompa, Pemkot Surabaya memiliki sekitar 250 operator yang tersebar di 59 Rumah Pompa di berbagai lokasi di Surabaya.

Antisipasi Banjir di Kawasan Darmo Park Surabaya, Risma Perlebar Saluran dan Siapkan Pompa

Kuasai Surabaya, Parpol-parpol Lain Akan Bentuk Koalisi Keroyok PDIP Surabaya

Musim Hujan Picu Penurunan Produksi dan Akibatkan Melonjaknya Harga Cabai di Jatim

Erna mengatakan, tugas operator Rumah Pompa adalah mengatur debit air saat turun hujan.

Serta, memastikan genset berfungsi dengan baik saat kondisi listrik padam.

Petugas dari DKRTH Surabaya pun tak kalah banyak yang bertugas di lapangan.

Selain untuk mengantisipasi, para petugas itu juga dikerahkan ketika Surabaya banjir beberapa waktu yang lalu.

Alhasil, banjir itu pun surut dalam waktu singkat tak lebih dari tiga jam.

Selain banyaknya petugas di lapangan, Pemkot Surabaya juga memiliki sedikitnya 72 alat berat yang siap digunakan saat melakukan normalisasi saluran.

Erna mengungkapkan, pengerukan juga dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya antisipasi agar Surabaya tak banjir.

"72 alat berat itu juga tidak pernah berhenti," terangnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved