Breaking News:

Kilas Kriminal Jatim

KILAS KRIMINAL JATIM: Tawuran Pelajar di Surabaya hingga 10 Remaja di Jombang Digrebek Satpol PP

Kilas Kriminal Jatim - Belasan pemuda di Surabaya nyaris terlibat tawuran hingga 10 remaja di Jombang digrebek Satpol PP.

ISTIMEWA/Satpol PP Jombang
10 Remaja yang diciduk oleh Satpol PP Jombang saat berada di dalam kamar kos, Sabtu (18/1/2020). 

Kilas Kriminal Jatim - Belasan pemuda di Surabaya nyaris terlibat tawuran hingga 10 remaja di Jombang digrebek Satpol PP.

TRIBUNJATIM.COM - Berikut sekilas berita kilas kriminal Jatim, Minggu (19/1/2020):

1. Rencana Matang Belasan Pelajar di Surabaya Gelar Tawuran, Dini Hari Bawa Golok, 2 Ditahan

Barang bukti yang diamankan petugas di Mapolsek Sukolilo Surabaya.
Barang bukti yang diamankan petugas di Mapolsek Sukolilo Surabaya. (ISTIMEWA)

Belasan pemuda di Surabaya nyaris terlibat tawuran di wilayah Surabaya Timur, Sabtu (18/1/2020) dini hari.

Sekitar pukul 01.00 WIB petugas gabungan yang terdiri dari polisi, satpol PP dan Linmas kota Surabaya dengan sigap mendatangi lokasi, setelah ada informasi masyarakat, akan ada tawuran di Jalan Klampis nomor 11 Surabaya.

Saat didatangi petugas, belasan pemuda itu langsung lari tunggang langgang. Akibatnya sempat terjadi kejar-kejaran petugas dengan belasan anak tersebut.

Alhasil 18 pemuda berhasil diamankan, beserta barang bukti berupa 4 senjata tajam berupa golok, 4 sabuk gesper, dan 2 Gir sakti sepeda motor.

Kapolsek Sukolilo, Kompol Bunari mengatakan, petugas langsung menuju lokasi kejadian ketika ada informasi ada segerombolan pemuda hendak menggelar tawuran.

Puluhan pemuda tersebut diketahui rata-rata masih berstatus pelajar.

"Ketika digrebek petugas berhasil mengamankan 18 pemuda. Kami berhasil mengantisipasi kemungkinan tawuran tersebut sehingga tidak terjadi," sebut Kompol Bunari, Kapolsek Sukolilo, Sabtu (18/1/2020).

Ke 18 pemuda dibawah umur itu akhirnya digelandang ke Mapolsek guna diperiksa. Setelah menjalani pemeriksaan, dua orang dinyatakan terlibat dan lainnya dipulangkan saat itu juga.

"Untuk dua pemuda yang terlibat ini sementara waktu 1x24 jam akan tinggal di Mapolsek guna membuat efek jera agar tidak mengulangi perbuatannya," tambah Kompol Bunari.

Nantinya, keluarga dua pemuda yang terlibat ini akan dipanggil ke Mapolsek guna membuat surat pernyataan agar menjaga putra-putrinya untuk tidak terlibat aksi geng-gengan

2. Belum Jelas Kasus Penganiayaan Oleh Mantan Pilot di Surabaya, Jaksa Surati Polisi

Pengadilan Negeri Surabaya
Pengadilan Negeri Surabaya (TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN)

Dugaan penganiayaan yang dilakukan mantan pilot atas nama Arden Gabriel Sudarto masih belum jelas arahnya.

Pasalnya, sejak berkas perkara telah dinyatakan P21 atau sempurna oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejari Surabaya, hingga saat ini, sang mantan pilot maskapai penerbangan ternama itu dan barang bukti perkaranya tak kunjung diserahkan penyidik ke JPU. 

"Kami juga sudah menanyakan proses pelimpahan tahap duanya melalui P21 A yang kami kirim ke Polisi," terang Kasubsi Penuntutan Kejari Surabaya, Dedy Arisandi, Minggu, (19/1/2020). 

Saat ditanya apakah P21 A yang dikirimkan ke penyidik ada batas waktunya?, Jaksa berkacamata ini mengaku batas waktunya adalah 30 hari sejak dikirimkan ke penyidik. Ia pun berharap perkaranya segera dilakukan tahap II agar tidak menjadi tunggakan perkara.

"Agar lebih detail mengapa belum ditahap dua kan, silahkan tanya ke penyidik,"ujarnya. 

Sementara terkait adanya perdamaian antara tersangka dan korban, masih kata Dedi Arisandi, hal tersebut tidak dapat menghentikan suatu perkara, karena bukan termasuk delik aduan. 

"Itu bukan delik aduan jadi kasus harusnya tetap dilanjutkan ke pemeriksaan pokok perkara di persidangan. Masalah ada perdamaian, itu sifatnya hanya untuk pertimbangan yang meringankan," pungkasnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran belum ada jawaban terkait kasus ini. 

Diketahui, Kasus penganiayaan oknum pilot Lion Air kepada pegawai La Lisa hotel itu ramai beredar di dunia maya.

CCTV yang viral itu menampilkan gambar Pilot Lion Air yang mengenakan baju putih menganiaya dan melayangkan pukulan kepada AR (korban). 

Peristiwa penganiayaan itu akhirnya dilaporkan korban ke Polrestabes Surabaya, dengan tanda bukti lapor bernomor STTLP/B/440/V/RES.1.6/2019/ SPKT/JATIM/RESTABES SBY.

Akibat laporan itu, oknum Pilot Lion Air  tersebut kemudian ditangkap oleh Unit Jatanras Polrestabes Surabaya dan ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu (8/5/2019) malam dan mulai ditahan pada Kamis (9/5/2019).

Dalam penyidikan, aksi pemukulan itu dilakukan Arden Gabriel Sudarto lantaran tidak puas dengan pelayanan korban, lantaran pakaiannya yang disetrika oleh korban masih terlihat kusut saat hendak dipakai.

3. Razia Balap Liar Dini Hari, Polres Blitar Kota Amankan 77 Unit Sepeda Motor

Para pengendara yang terjaring razia balap liar digiring ke Mapolres Blitar Kota, Minggu (19/1/2020) dini hari.
Para pengendara yang terjaring razia balap liar digiring ke Mapolres Blitar Kota, Minggu (19/1/2020) dini hari. (ISTIMEWA)

Minggu (19/1/2020) dini hari tadi, Polres Blitar Kota kembali menggelar razia ajang balap liar.

Dalam razia tersebut, Polres Blitar Kota mengamankan dan menindak 77 unit sepeda motor.

Razia balap liar itu dipimpin langsung Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela.

Polisi merazia tiga lokasi yang biasa digunakan ajang balap liar oleh anak muda di Kota Blitar.

Ketiga lokasi itu, yakni, Simpang Tiga Herlingga, di Jalan Sudanco Supriyadi atau di depan Taman Makam Pahlawan, dan di wilayah Jatimalang Kecamatan Kepanjenkidul.

"Kami mengamankan barang bukti motor sebanyak 77 unit dari tiga lokasi. Mereka kami tindak dengan memberikan surat tilang," kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela.

Selain memberikan surat tilang, kata Leonard, para pengendara yang terjaring razia juga diberi hukuman untuk mendorong sepeda motornya ke Mapolres Blitar Kota.

Menurutnya, hukuman itu sebagai upaya edukasi kepada remaja yang gemar melakukan balap liar.

Dikatakannya, razia balap liar ini untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Blitar Kota.

Selain itu, razia balap liar juga untuk memberikan rasa aman kepada pengendara dan masyarakat pada umumnya.

"Kami sering menerima laporan dari masyarakat terkait balap liar di wilayah hukum Polres Blitar Kota. Selama ini, masyarakat resah dengan kegiatan balap liar," ujarnya.

Menurutnya, razia balap liar terus digencarkan setiap akhir pekan. Polisi akan menyasar beberapa lokasi lain yang biasa dipakai untuk ajang balap liar.

"Kami ingin wilayah hukum Polres Blitar Kota aman dan kondusif," katanya.

4. Meresahkan Warga, 10 Remaja Digrebek Satpol PP Jombang di Kamar Kos, Ditemukan Botol Bekas Miras

10 Remaja yang diciduk oleh Satpol PP Jombang saat berada di dalam kamar kos, Sabtu (18/1/2020).
10 Remaja yang diciduk oleh Satpol PP Jombang saat berada di dalam kamar kos, Sabtu (18/1/2020). (ISTIMEWA/Satpol PP Jombang)

Enam perempuan dan empat laki-laki diangkut ke kantor Satpol PP Jombang dari sebuah rumah kos di Desa Ceweng, Kecamatan Diwek, Jombang, Sabtu (18/1/2020).

Saat digrebek Satpol PP Jombang, di dalam kamar kos yang ditempati 10 remaja tersebut ditemukan beberapa botol bekas minuman keras.

Kepala Satpol PP Jombang, Agus Susilo Sugioto, mengungkapkan, penggerebekan tempat kos tersebut berawal dari laporan masyarakat.

Masyarakat setempat meresahkan adanya rumah kos yang ditempati oleh remaja perempuan dan laki-laki itu.

Menindaklanjuti laporan masyarakat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) Satpol PP melakukan pengepungan dan mengamankan mereka yang saat itu diduga melakukan tindakan asusila.

TRC Satpol PP dibantu masyarakat sekitar 

"Yang diamankan sebanyak 10 orang, 6 cewek dan 4 cowok. Mereka diamankan di beberapa kamar kos," kata Agus kepada surya.co.id (grup TribunJatim.com).

Selain mendapati muda-mudi dalam satu kamar, petugas juga menemukan botol bekas miras yang sudah dalam keadaan kosong. Tidak diketahui pemilik botol bekas minuman haram tersebut.

"Ya, ada yang kamarnya ditemukan botol bekas miras, tapi kosong," ujar Agus.

Selanjutnya, remaja belasan tahun ini, dibawa ke Kantor Satpol PP beserta barang bukti botol miras. Petugas melakukan pendataan dan memberikan pembinaan kepada mereka.

"Diberi pembinaan di kantor dan buat pernyataan tidak akan mengulangi lagi. Setelah itu, mereka diserahkan kepada keluarganya masing-masing," ujar Agus.

Agus Susilo menambahkan, pascapenggerebekan tersebut, pihaknya akan terus memantau dan menggiatkan patroli. Pemilik kos juga diminta untuk lebih ketat mengawasi para penghuni kos.

Pengawasan itu, diantaranya, laki-laki tidak masuk ke kamar kos perempuan. Begitu pun sebaliknya, melarang perempuan masuk ke dalam kamar pria.

Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved