Polisi Pamerkan Pria Pemangsa Remaja

Penangkapan Pemangsa Remaja Sejenis di Tulungagung Tak Mulus, Jadi Buron 2 Pekan & HP Sengaja Mati

Penangkapan Pemangsa Remaja Sejenis di Tulungagung Tak Mulus, Jadi Buron 2 Pekan & HP Sengaja Mati.

Penangkapan Pemangsa Remaja Sejenis di Tulungagung Tak Mulus, Jadi Buron 2 Pekan & HP Sengaja Mati
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
M Hasan (41) alias Mami Hasan, pemangsa remaja sejenis di Tulungagung tertunduk lesu saat kasusnya diungkap ke publik oleh Ditreskrimum Polda Jatim, Senin (20/1/2020). 

Penangkapan Pemangsa Remaja Sejenis di Tulungagung Tak Mulus, Jadi Buron 2 Pekan & HP Sengaja Mati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Proses penangkapan terhadap M Hasan (43) pelaku pemangsa remaja sejenis ini ternyata tak mudah, karena berujung pengejaran selama kurun waktu dua pekan.

Kanit III Asusila Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, AKP Jenny Al Jauza mengungkapkan, personelnya beberapa kali harus kembali dengan tangan hampa setiap melakukan penyergapan terhadap Hasan.

Polisi kerap mendapati kediaman pelaku di RT 02 RW 04 nomor 40 Kelurahan Sembung, Tulungagung, Jatim, kosong.

Nomor ponsel milik Hasan pun turut senyap, tidak aktif.

FAKTA-FAKTA Pemangsa Remaja Sejenis di Tulungagung, 11 Pelajar Jadi Korban & Ancaman Pidana 15 Tahun

FAKTA LAIN Pria Pemangsa Remaja Sejenis di Tulungagung, Nekat Utang Bank Titil Demi Upah Kencan

BREAKING NEWS - Polda Jatim Tangkap Pemangsa Remaja Sejenis di Tulungagung, 11 Anak Jadi Korban

Keadaan semacam itu dialami oleh Jenny dan personelnya selama genap dua pekan.

"Kami setiap kesana kerap kecium terus,
2 minggu udah pengejaran, ilang-ilang terus, ponsel dimatikan," katanya pada awakmedia di Mapolda Jatim, Senin (20/1/2020).

Namun kondisi itu tak membuat personelnya kehilangan akal, pengintaian justru makin digencarkan.

Anggota telik sandi disebar, alhasil keberadaan Hasan terlacak. Bujang lapuk itu ternyata bersembunyi di warung tempatnya berkerja.

"Ternyata sembunyi di rumah Mami Ida, pemilik warkop, ini perempuan," jelasnya.

Menurut mantan Kasat Reskrim Polres Bangkalan, Madura itu, sejumlah kendala dalam proses penangkapan Hasan yang dialami personelnya, diperkirakan karena Hasan memiliki jaringan yang luas dalam melakukan pengamatan dalam mendeteksi kedatangan polisi.

Apalagi Hasan merupakan Ketua Ikatan Gay Tulungagung (IGA@TA), dengan jumlah anggota sekitar 500 orang anggota.

"Tapi ya mungkin dia ini bosnya (ketua ikatan gay tulungagung) jadi kayak ditutupi sama (teman) komunitas," pungkasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved