Pemkot Surabaya Bakal Kembangkan Kawasan Ahmad Jaiz Sebagai Seokarno Trip

Pemerintah Kota Surabaya berencana menjadikan perkampungan Sekitar Jalan Ahmad Jaiz sebagai kawasan wisata sejarah.

Pemkot Surabaya Bakal Kembangkan Kawasan Ahmad Jaiz Sebagai Seokarno Trip
TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana saat ditemui wartawan TribunJatim.com pada, Senin (6/1/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya berencana menjadikan perkampungan Sekitar Jalan Ahmad Jaiz sebagai kawasan wisata sejarah.

Kawasan tersebut meliputi wilayah Jalan Lawang Seketeng, Pandean, Peneleh hingga Plampitan.

Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menyatakan, pengembangan kawasan wisata sejarah ini merespon desakan cucu Proklamator RI, Puti Guntur Soekarno.

"Kita support penuh," kata politisi yang akrab disapa WS saat ditemui di ruang kerja Wakil Walikota Surabaya, Selasa (21/1/2019).

Ia menerangkan, wilayah di perkampungan tersebut memang menjadi situs dan fakta sejarah keberadaan Soekarno.

Anggota Komisi X DPR RI Puti Guntur Soekarno Desak Pemkot Surabaya Gairahkan Soekarno Trip

Mulai dari Langgar Dukur, Rumah Kelahiran Bung Karno, Rumah HOS Tjokroaminoto, hingga Rumah mantan Menteri Luar Negeri RI di era 50-an, Roeslan Abdulgani.

Gagasan Puti menjadikan kawasan tersebut sebagai Soekarno Trip, dikatakan WS sebagai masukan untuk melestarikan sejarah.

Ia membenarkan bahwa Surabaya sebagai Kota Pahlawan kurang dalam memunculkan karakter maupun simbol kepahlawanan."Bung Karno adalah fakta sejarah pusaran pergerakan Nasional dimulai dari kota ini. Jadi memang harus dibangkitkan," terang suksesor Walikota Risma dalam Pilwali Surabaya 2020 ini.

WS mengakui saat ini proses pembelian rumah kelahiran Bung Karno di Jalan Pandean belum ada titik terang."Sebenarnya pemilik sudah mau di apraisal. Dan itu harus kita bebaskan. Sekaligus menjadikan kawasan perkampungannya sebagai destinasi wisata dan edukasi," terang Politisi PDIP ini.

Perubahan kawasan tersebut dikatakan putra almarhum Ir. Soetjipto ini, tidak bisa sendiri. WS juga merangkul seluruh warga di kawasan tersebut untuk ikut mengembangkan.

"Artinya di sana warga kampungnya juga harus bangkit dan berperan serta. Bisa berbagai cara. Intinya pemberdayaan ekonomi dari masyarakat menjadi fokus utama," pungkas mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya ini.(*)

Editor: Januar AS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved