Bingungnya Petani Madiun Saat 100 Hektar Sawah Rusak Diserang Tikus, Cara 'Gropyokan' pun Dipakai

Bingungnya Petani Madiun Saat 100 Hektar Sawah Rusak Diserang Tikus, Cara 'Gropyokan' pun Dipakai.

Bingungnya Petani Madiun Saat 100 Hektar Sawah Rusak Diserang Tikus, Cara 'Gropyokan' pun Dipakai
SURYA/RAHADIAN BAGUS
Para petani sedang berburu hama tikus di Dusun Bayeman, Desa Balerejo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. 

Bingungnya Petani Madiun Saat 100 Hektar Sawah Rusak Diserang Tikus, Cara 'Gropyokan' pun Dipakai

TRIBUNMADIUN.COM, MADIUN - Hama tikus menyerang tanaman padi seluas 100 hektare milik petani di Kabupaten Madiun.

Akibatnya, tanaman padi yang baru ditanam petani, rusak dan mati.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Sumanto, mengatakan pada awal musim tanam 2020 ini, ada sekitar 100 hektare lahan pertanian yang rusak akibat diserang hama tikus.

Sumanto mengatakan, para petani kesulitan mengusir dan memberantas hama tikus ini karena jumlah tikus yang menyerang lahan terlalu banyak.

Diduga Korsleting Listrik, Rumah di Madiun Ludes Terbakar, Penghuni Rumah Semburat Keluar

Tes SKD CPNS 2019 Kota Madiun Digelar 27-30 Januari, Bakal Dibagi Lima Sesi, Dimulai Pukul 10.00 WIB

Ada 4 Kecelakaan di Wilayah Daop 7 Madiun per Januari Ini, Sebabnya Terobos Palang Perlintasan KA

"Hama tikus ini mewabah di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Pilangkenceng ada sekitar 54 hektare, Kecamatan Balerejo sekitar 30 hektare, dan Kecamatan Wonoasri sekitar 16 hektare lahan yang diserang tikus," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/1/2020) siang.

Sumanto menuturkan, populasi hama tikus di wilayah Kabupaten Madiun terus bertambah. Selama ini, hama tikus bekembang biak dan membentuk ekosistem di gundukan tanah di pinggir Jalan Tol Madiun.

"Di gundukan jalan tol ini menjadi tempat berkembang biak para tikus. Mereka menciptakan ekosistem dan menjadi tempat untuk berkembang biak," jelasnya.

Lokasi jalan tol ini, kata Sumanto, menjadi tempat yang aman bagi para tikus untuk berkembang biak, karena lokasi tersebut sulit dijangkau. Petani kesulitan masuk ke kawasan jalan tol untuk memberantas sarang tikus.

Sebab, petani tidak bisa masuk ke area tol, karena harus izin. Selain itu, gundukan yang dijadikan sarang tikus tidak boleh sembarangan digali.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved