Wartawan Senior di Gresik Raih Penghargaan dari PWI Jatim

Abdul Wachid (80) wartawan senior di Kabupaten Gresik mendapat penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur.

Wartawan Senior di Gresik Raih Penghargaan dari PWI Jatim
Willy Abraham/Tribunjatim
Abdul Wachid (80) (kiri) menerima penghargaan dari Ketua PWI Jatim, Ainur Rochim di kedimannya, Sabtu (25/1/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Abdul Wachid (80) wartawan senior di Kabupaten Gresik mendapat penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur.

Penghargaan ini dalam rangka rangkaian memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2020.

Abdul Wachid saat ditemui di kediamannya banyak bercerita nostalgia saat jadi wartawan yang terbit di Kota Malang mulai tahun 1967 hingga 1974. Dengan gaji sebesar Rp 11 per bulan. Gaji sebesar itu dipakai untuk mengeksplore (Liputan) di daerah.

Sosok Abdul Wachid, memang tidak asing bagi wartawan yang bertugas di Gresik. Jurnalis yang dikenal dengan kode nama AW itu, sudah banyak melalang buana di berbagai daerah.

Abdul Wachid pernah berkecimpung di sejumlah harian surat kabar. Mulai dari Harian Suara Indonesia di Malang, Jawa Pos, Bisnis Indonesia dan Majalah Liberti.

Mengenakan batik berwarna putih. Abdul Wachid menceritakan perbandingan menulis berita zaman dahulu dan sekarang.

Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Pasang 563 Kamera CCTV di Seluruh Sekolah SD dan SMP

BREAKING NEWS - Terjebak di Dalam Alat Berat, Penambang di Tuban Tewas Tertimpa Batu Kapur

Pendaftar Petugas Pemilu Tingkat Kecamatan di Surabaya Membludak, 4 Kali Lipat dari Yang Dibutuhkan

"Kalau zaman dulu menulis berita menggunakan mesin ketik. Selanjutnya, dikirim lewat faximile sebelum masuk editing," ujarnya, Sabtu (25/1/2020) saat ditemui di kediamannya, di jalan Jaksa Agung, Kecamatan Gresik.

Hal wajib dibawa selain menulis berita. Dirinya, selalu membawa kamera untuk hunting kejadian. Dengan mengenakan kamera tersebut. Setiap ada kejadian baik tidak luput dari bidikannya.

Salah satu pengalaman yang masih disimpan adalah membidik foto orang bersepeda sambil berlawanan arah. Yang mengemudi melihat depan sedangkan yang dibonceng menghadap belakang.

"Ini zaman dulu langka. Saya dapat gambar ini di suatu daerah," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved