Pemkab Pamekasan Sebut Jatim Paling Terdampak Pengurangan Jatah Pupuk Subsidi, Petani Mulai Bingung

Pemerintah kurangi jatah pupuk bersubsidi hingga 50 persen. Petani terpaksa beralih ke pupupk non subsidi dengan harga lebih mahal.

Pemkab Pamekasan Sebut Jatim Paling Terdampak Pengurangan Jatah Pupuk Subsidi, Petani Mulai Bingung
TRIBUNJATIM.COM/KUSWANTO FERDIAN
Kasi Pupuk, Alat dan Mesin Pertanian, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Pamekasan, Deddy Dwiyudhabhakti saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Jatah pupuk bersubsidi untuk wilayah Kabupaten Pamekasan, Madura tahun 2020 turun 40 hingga 50 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kasi Pupuk, Alat dan Mesin Pertanian, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Pamekasan, Deddy Dwiyudhabhakti mengatakan, pengurangan jatah pupuk bersubsidi tahun 2020 ini terjadi untuk semua jenis. 

Deddy merinci, untuk pupuk bersubsidi jenis urea, alokasi tahun 2019 sebanyak 21.873 ton.

Jumlah sebanyak itu terdiri dari jenias pupuk ZA sebanyak 7.690 ton, pupuk SP 36 sebanyak 5.597 ton, pupuk.NPK sebanyak 5.467 ton dan pupuk organik sebanyak 2.635 ton.

Ancaman Laskar Suramadu Jawara Jika Akun FB Hina Risma Tak Diusut: Demo Besar Galang Warga Surabaya

Pemprov Jatim Raih Rapor A dalam SAKIP Award 2019, Wakil Gubernur Emil Dardak: Target ke Depan AA

Kemudian setelah ada pengurangan, jatah pupuk di tahun 2020, pupuk urea menjadi 13.736 ton, pupuk ZA menjadi 2.885 ton, pupuk SP 36 menjadi 2.372 ton, pupuk NPK menjadi 3.773 ton dan pupuk organik menjadi 524 ton.

Selain itu Deddy menjelaskan, penetapan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2020, sangat jauh dari Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E RDKK) pupuk bersubsidi Kabupaten Pamekasan yang diusulkan oleh pihaknya.

Dalam E RDKK itu, kebutuhan pupuk bersubsidi tahun ini di Pamekasan untuk jenis urea sekitar 39 ribu ton, SP 36 44 ribu ton, ZA 54 ribu ton, NPK 47 ribu ton dan organik 44 ribu ton.

Jumlah sebanyak itu, untuk kebutuhan 1.019 kelompok tani, dengan jumlah petani sebanyak 137.495 dan dengan luas tanam 206 ribu hektare lebih yang tersebar di 13 kecamatan berbeda di wilayah Pamekasan.

Kondisi Fisik Pemain Arema FC Membaik Jelang Liga 1 2020, Mario Gomez: Lanjut Taktik dan Strategi

Persebaya Amatir Persiapkan Jajaran Kepelatihan Tim Elite Pro Persebaya Lebih Awal

Deddy mengaku belum mengetahui alasan pengurangan jatah pupuk bersubsidi itu, karena masih dijelaskan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian di rapat paripurna DPR RI.

Halaman
12
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved