Hakim Tolak Eksepsi Empat Terdakwa Kasus Dugaan Penggelapan Saham Es Krim di Surabaya

Nota Keberatan (eksepsi) empat terdakwa kasus dugaan penggelapan saham es krim Zangrandi tidak dapat diterima oleh majelis hakim.

Hakim Tolak Eksepsi Empat Terdakwa Kasus Dugaan Penggelapan Saham Es Krim di Surabaya
Surya/samsul Arifin
Empat terdakwa kasus dugaan penggelapan saham saat jalani sidang di PN Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Nota Keberatan (eksepsi) empat terdakwa kasus dugaan penggelapan saham es krim Zangrandi tidak dapat diterima oleh majelis hakim.

Hal ini terungkap saat keempat terdakwa menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Surabaya dengan agenda putusan sela, Kamis (30/01/2020).

Dalam amar putusannya, majelis hakim menilai bahwa surat dakwaan jaksa Damang Amubowo dari Kejari Surabaya, telah sah dan memenuhi ketentuan pasal 156 dan 143 KUHAP hingga sepatutnya untuk tidak dapat diterima.

"Menyatakan surat dakwaan penuntut umum sah menurut hukum. Memerintahkan kepada penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan perkara ini," kata ketua majelis hakim Pujo Saksono.

Atas putusan sela tersebut, Hakim Pujo kemudian memerintahkan kepada penuntut umum untuk menghadirkan saksi pada persidangan berikutnya. 

"Mohon waktu satu minggu yang mulia," kata Damang.

Setelah dirasa cukup, hakim Pujo kemudian menunda persidangan pada pekan berikutnya dengan agenda pemeriksaan saksi.

Terpisah, Erles Rarelal penasihat hukum para terdakwa ketika ditemui mengatakan bahwa pihaknya melihat hakim masih memberi kesempatan kepada tim penasihat hukum untuk membuktikan kejelasan perkara ini.

"Dari perspektif hukum, saya sangat senang karena hakim memberi ruang dan waktu kepada kami, untuk membuktikan bahwa nyata nyata ini perkara perdata dijadikan pidana," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Samsul Arifin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved