Permintaan Masker Pasca Virus Corona Meningkat, Karyawan Pabrik Lembur, Harganya Melambung Tinggi

Seiring merebaknya virus corona atau 2019-nCoV permintaan masker bedah mengalami peningkatan.

YouTube South China Morning Post
Karyawan pabrik masker di China bekerja lembur untuk memenuhi permintaan masker yang tinggi 

Permintaan Masker Pasca Virus Corona Meningkat, Karyawan Pabrik Lembur, Harganya Melambung Tinggi

TRIBUNJATIM.COM - Virus corona yang dipercaya mulanya berasal dari kota Wuhan membuat lonjakan permintaan pada masker dan keperluan obat-obatan. 

Dalam unggahan video di YouTube South China Morning Post, diberitakan bahwa karyawan pabrik bekerja lembur untuk memenuhi permintaan yang tinggi untuk kebutuhan masker tersebut. 

Pada tayangan tersebut juga ditunjukkan sebuah perusahaan yang memproduksi perlengkapan pendeteksi virus corona. 

Pembangunan Dua Rumah Sakit Virus Corona Dikebut, Nantinya Bernama RS Huoshenshan dan RS Leishenshan

Hari Imlek yang seharusnya mereka manfaatkan untuk berlibur dan berkumpul bersama keluarga justru harus dikorbankan.

Sebanyak 200.000 pendeteksi mereka produksi tiap harinya. 

Dikutip dari Kompas.com, seiring merebaknya virus corona atau 2019-nCoV permintaan masker bedah mengalami peningkatan.

Diberitakan businessinsider, setidaknya tiga perusahaan farmasi mengalami peningkatan keuntungan karena wabah virus corona Wuhan.

Pada Senin (27/1/2020), saham Inovio Pharmaceuticals, Moderna Inc., dan Novavax Inc. melonjak karena virus corona yang telah menyebar hingga ke beberapa negara.

Penjelasan Eks Kepala Intelijen TNI Soal Kabar Virus Corona Diduga Senjata Biologis China, Benarkah?

Perusahaan farmasi Inovio membukukan keuntungan sebanyak 40 persen pada Senin (27/1/2020).

Sementara, keuntungan saham sejak 23 Januari 2020 sebanyak 55 persen.

Sedangkan, perusahaan farmasi Novavax Inc. mencatatkan keuntungan sebanyak 19 persen pada Senin (27/1/2020), dan sejak 23 Januari 2020 keuntungan sahamnya sebanyak 22 persen.

Perusahaan farmasi Moderna Inc. mendapatkan keuntungan sebanyak 9 persen pada Senin (27/1/2020), dan keuntungan saham sejak 23 Januari 2020 sebanyak 8 persen.

Kompak Pakai Masker, Raffi Ahmad, Nagita Slavina, dan Raftahar Waspada Virus Corona saat di Paris

Selain tiga perusahaan farmasi tersebut, University of Queensland di Australia juga mengerjakan vaksin untuk virus corona dan menerima dana dari The Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI).

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved