Eksekusi Siswa Bunuh Begal di Malang

BREAKING NEWS: Jaksa Eksekusi Siswa Bunuh Begal di Malang, Dibina Setahun di LKSA Darul Aitam

BREAKING NEWS: Jaksa Eksekusi Siswa Bunuh Begal di Malang, Dibina Setahun di LKSA Darul Aitam

BREAKING NEWS: Jaksa Eksekusi Siswa Bunuh Begal di Malang, Dibina Setahun di LKSA Darul Aitam
SURYA/ERWIN WICAKSONO
Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Kepanjen, Sobrani Binzar: ZA (tengah) bersama Kasipidum Kejari Kepanjen, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Malang, Pengurus LKSA Darul Aitam, saat hendak menjalani pembinaan, Jumat (31/1/2020). 

BREAKING NEWS: Jaksa Eksekusi Siswa Bunuh Begal di Malang, Dibina Setahun di LKSA Darul Aitam

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kejari Kepanjen melaksanakan eksekusi terhadap putusan Hakim Anak, terkait kasus siswa bunuh begal di Malang yang dilakukan ZA, pelajar asal Gondanglegi, Jumat (31/1/2020).

ZA datang memakai jaket hoodie dan topi berwarna hitam didampingi kuasa hukumnya.

Turut juga hadir pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I  Malang, Pengurus LKSA Darul Aitam.

Kasi Pidana Umum Kejari Kepanjen Sobrani Binzar menerangkan, eksekusi itu sebagaimana putusan putusan Hakim Anak pada Pengadilan Negeri Kepanjen Nomor : 01/Pid.Sus-Anak/2020/PN.KPN Tanggal 23 Januari 2020.

Wisata Perjalanan ke Tiongkok Sepi Peminat, Wisawatan Malang Batal Berangkat, Khawatir Wabah Corona

Tertinggal Usai Ambil Uang di ATM, Ponsel Milik Perempuan di Malang Raib, Begini Imbauan Polisi

Hendak Lakukan Transaksi Narkoba di ATM Lawang, 2 Pemuda Ini Diringkus Satresnarkoba Polres Malang

Wujud eksekusi berupa membina ZA ke Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam, Wajak, Kabupaten Malang selama 1 tahun.

"Putusan Hakim Anak sesuai dengan Tuntutan pidana dari Penuntut Umum Anak pada Kejaksaan Negeri Malang. Tujuannya, agar anak tetap mendapatkan pelajaran sesuai atau setaraf dengan mata pelajaran SMA yang ada di lembaga tersebut," tutur Sobrani ketika dikonfirmasi, Jumat (31/1/2020).

Sobrani menambahkan, Penuntut Umum Anak menilai, di LKSA Darul Aitam adalah tempat yang tepat bagi ZA untuk mendapat pendidikan agama.

"LKSA tersebut ada pendidikan agama secara intensif. Kami berharap pemidanaan ini agar anak (ZA) menjadi lebih baik terhadap diri sendiri, keluarga dan masyarakat," tutur Sobrani.

Penulis : Erwin Wicaksono

Editor : Sudarma Adi

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved