Breaking News:

Tim Advokasi Desak Polda Jatim Tahan Putra Kiai Terduga Pencabul Santriwati, Minta Segera Disidang

Tim advokasi desak Polda Jatim tahan putra kiai di Jombang, minta segera perkara disidangkan.

Penulis: Sutono | Editor: Arie Noer Rachmawati
SURYA/SUTONO
Palupi Pusporini, Koordinator Tim Advokasi kasus pencabulan santriwati dengan tersangka MSA (39), putra kiai terkenal di Jombang. 

Tim Advokasi sendiri terdiri dari berbagai unsur.

Antara lain LBH Surabaya, WCC Jombang, SCCC, KPI Jatim, Pusham Surabaya, PW Fatayat NU Jawa Timur, Gusdurian, dan Aliansi Kota Santri Lawan Kekerasan Seksual.

Menurut Palupi, mangkirnya tersangka pada setiap pemanggilan berpotensi menghambat proses penyidikan.

Putra Kiai Ponpes di Jombang Terduga Pencabul Santriwati Dicekal Polisi, 2 Kali Mangkir Pemeriksaan

Sebab, hingga saat ini tersangka masih bebas dan dikhawatirkan mengulangi perbuatan jika penyidik tidak segera menjemput paksa.

“Kami selaku kuasa hukum korban sampai saat ini masih bertanya-tanya, mengapa belum ada upaya tegas dari kepolisian untuk segera menjemput paksa tersangka,” tandasnya.

Palupi menilai, proses penyidikan dalam perkara MSA ini sudah berjalan lambat.

Putra Kiai di Jombang yang Cabuli Santriwati Mangkir Dua Kali Panggilan Polda Jatim, Dijemput Paksa?

Bahkan, jika dihitung sejak dimulainya penyidikan sejak 12 November 2019 lalu, sudah berjalan lebih dari dua bulan.

“Berdasarkan Pasal 112 ayat (2) KUHP, orang yang dipanggil wajib datang kepada penyidik dan jika ia tidak dapat penyidik memanggil sekali lagi, dengan perintah kepada petugas untuk membawa kepadanya. Apalagi penyidikan dikejar limitasi waktu penyidikan,” pungkasnya.

Kasus pencabulan yang diduga dilakukan MSA, warga Desa Losari, Kecamatanb Ploso, Jombang, mencuat setelah dilaporkan oleh NA asal Jawa Tengah ke Polres Jombang.

Viral Siaran Langsung di IG, Diduga Putra Kiai Jombang Diskreditkan Polisi & Tepis Kasus Percabulan

Dalam laporannya, NA mengaku diperkosa MSA di salah satu lokasi pesantren milik ayah MSA, di Desa Losari, Kecamatan Ploso.

Menanggapi laporan itu, polisi kemudian menetapkan MSA sebagai tersangka.

Namun, sampai saat ini tersangka belum diperiksa karena tak pernah hadir saat dipanggil.

Penulis: Sutono

Editor: Arie Noer Rachmawati

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved