Blusukan Tempat Bersejarah di Kedungkandang, Komunitas Pemandu Wisata Sejarah Temukan Lokasi Unik

Komunitas pemandu wisata sejarah kota Malang kembali mengadakan blusukan ke tempat bersejarah.

Blusukan Tempat Bersejarah di Kedungkandang, Komunitas Pemandu Wisata Sejarah Temukan Lokasi Unik
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Tempat wisata unik di Kota Malang dimana salah satu bangunan rumah memiliki atap yang masih terdapat bekas makam Belanda. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Komunitas Pemandu Wisata Sejarah Kota Malang kembali mengadakan aksi blusukan ke tempat bersejarah.

Sebelumnya, Komunitas Pemandu Wisata Sejarah Kota Malang menggelar blusukan ke beberapa tempat bersejarah yang ada di Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Kali ini, Komunitas Pemandu Wisata Sejarah Kota Malang mengadakan kembali aksi blusukan ke beberapa tempat bersejarah di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Ada 10 tempat bersejarah yang dikunjungi Komunitas Pemandu Wisata Sejarah Kota Malang di Kecamatan Kedungkandang yaitu :

  1. Klenteng Eng An Kiong
  2. Bekas tugu jam di pertigaan dekat daerah Lonceng
  3. Bekas makam Belanda
  4. Gardu listrik ANIEM dan bekas sirine peringatan serangan udara
  5. Patirthan Kedung Loncing
  6. Punden Sentono di Kutobedah
  7. Air terjun pertemuan sungai Brantas dan sungai Bango di Kutobedah
  8. Makam cicit Ki Ageng Gribig
  9. Dam (rolak) Kedungkandang
  10. Pura Luhur Dwijawarsa

Bertemu Pria Tak Dikenal di Kota Malang, Mahasiswi Kaget Dompet Sudah Hilang saat akan Masuk Kosan

Pesta Wirausaha Jawa Timur 2020 Dihadiri Ribuan Pengusaha, TDA Berharap Stakeholder Dapat Kolaborasi

Kasie Pengembangan Ekonomi Kreatif Disporapar yang juga menjadi Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang, Agung H Buana mengatakan, kegiatan blusukan ini digelar untuk menambah materi pemanduan khususnya wisata sejarah dan budaya.

"Dan ternyata sebenarnya banyak sekali lokasi bersejarah di kota Malang yang masih belum dieksplorasi secara maksimal. Dimana salah satunya tadi kita telah menemukan lokasi wisata sejarah unik. Yaitu bekas makam Belanda yang telah dijadikan sebagai rumah," ujar Agung H Buana kepada TribunJatim.com, Minggu (2/2/2020).

Cicipi Susu Kacang Produk UMKM Surabaya di Pesta Wirausaha Jawa Timur, Sandiaga Uno: Mantap Segar

Cegah Virus Corona, Begini Cara Memakai Masker yang Benar

Kendaraan Pertamina Rusak Jalan, Bupati Tuban Tinjau Jalan Penghubung Desa Tasikharjo dan Desa Ramen

Agung H Buana menjelaskan, bahwa lokasi wisata sejarah unik itu terletak di Jalan Kolonel Sugiono 9 D, Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

"Jadi memang pada awalnya di wilayah itu sekitar tahun 1800 terdapat pemakaman Cina dan Belanda. Namun akibat banyaknya pemukiman, akhirnya pemakaman tersebut dipindahkan ke wilayah Sukun," bebernya.

Agung H Buana menerangkan, tempat wisata sejarah itu bisa dikatakan unik karena bagian atap dari rumah itu terdapat bekas makam Belanda.

Halaman
12
Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved