Gus Sholah Meninggal Dunia

Nasihat Hidup Gus Sholah yang Berkesan Dimata Gus Salam

Pengasuh Ponpes Denanyar Jombang, KH Abdussalam Sokhib (Gus Salam) merasa sangat kehilangan atas wafatnya Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang Gus Sholah

bobby Koloway/surya
Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, KH Abdussalam Sokhib saat bersama awak Surya/Tribunjatim di kantor Harian Surya, Jumat (25/10/2019) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pengasuh Ponpes Denanyar Jombang, KH Abdussalam Sokhib (Gus Salam) merasa sangat kehilangan atas wafatnya Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah).

Gus Salam mengungkapkan selain mempunyai ikatan darah, Gus Sholah merupakan gurunya.

"Beliau itu sepupu saya, ibunya Gus Solah itu kakak bapak saya. Gus Sholah juga saya anggap guru kehidupan saya," ucap Gus Salam, Minggu (2/2/2020).

Gus Salam mengatakan saat ia pertama kali ditugaskan di Ponpes Denanyar Jombang, Gus Sholah menjadi pembimbing Gus Salam.

"Beliau selalu memberikan nasihat dan membantu saya untuk mengemban amanah, jasa beliau buat saya luar biasa," ucap Gus Salam.

PWNU Jatim akan Gelar Doa Bersama untuk Almarhum Gus Sholah

Gus Sholah Wafat, PWNU Jatim: Kami Berduka, Beliau Teladan dalam Pengembangan Pesantren

Gus Salam juga menilai adik KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut adalah sosok yang konsisten dan berkomitmen kuat terhadap pendapat dan pemikirannya.

"Yang paling saya ingat adalah tentang kejujuran. Beliau itu orang yang menjadikan kejujuran sebagai gaya hidup dan karakternya," kata Gus Salam.

"Apapun yang dilakukan dan resiko apapun, kejujuran itu harus lebih utama dari hidup seseorang," lanjutnya.

Gus Salam pun juga ingat ketika awal Gus Sholah mendapatkan tugas di Ponpes Tebuireng, ia sering dipanggil untuk diminta menemani sowan ke kiai kiai sepuh.

"Saya terakhir ketemu saat hari raya, karena beliau sering jakarta-surabaya untuk berobat, kurang sehat," lanjutnya.

Gus Sholah yang juga Wakil Ketua PWNU Jatim ini mengatakan dirinya dan pengurus PWNU Jatim akan hadir saat pemakaman.

"Setelah itu kita intruksikan untuk salat gaib," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved