Polres Gresik Razia Prostitusi Berkedok Warung Kopi

Korps Bhayangkara beberapa kali telah mengungkap bisnis prostitusi berkedok warung kopi (warkop) di beberapa kecamatan di Kota Pudak, Gresik.

Polres Gresik Razia Prostitusi Berkedok Warung Kopi
Willy Abraham/Tribunjatim
Petugas saat melakukan razia di warung kopi di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik Sabtu (1/2/2020). 

 TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Korps Bhayangkara beberapa kali telah mengungkap bisnis prostitusi berkedok warung kopi (warkop) di beberapa kecamatan di Kota Pudak, Gresik.

Mereka diketahui menjajakan wanita penghibur di dalam warung kopi. Kemudian kamar semi permanen berada di dalam warkop sebagai fasilitas kepada lelaki hidung belang.

Diketahui, pelaku menawarkan wanita penghibur mulai yang masih muda hingga para janda berusia 30 sampai 40 tahun. Tarifnya pun cukup murah, mulai dari Rp 100 ribu. Tidak sampai Rp 200 ribu untuk usia muda.

Dari pers release Polres Gresik, bahwa prostitusi berkedok warkop diamankan di wilayah Kecamatan Kedamean, Kecamatan Manyar dan Kecamatan Dukun.

Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gresik, bersama Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Manyar, melakukan razia ke warung kopi. Kecamatan Manyar merupakan wilayah padat penduduk.

Tampil Ciamik, BM Band Makassar dan Salvador Yogyakarta Raih Gelar Juara Pucuk Cool Jam 2020\

Popularitas Machfud Arifin Melejit Pasca Tuai Rekomendasi, ASTI: Hati-hati Pilih Pasangan di Pilwali

79 Tahun Kebun Raya Purwodadi, LIPI : Komitmen Naungi Flora Endemik Nusantara

Selain banyaknya perusahaan yang berdiri di Manyar ditambah lagi pekerja yang tinggal. Sejumlah warkop banyak berdiri. Mulai disamping jalan, bahkan di dalam gang.

Lebih dari lima warung di wilayah Kecamatan Manyar, tidak luput dari pemeriksaan petugas. Di salah satu warung kopi yang berhias lampu kelap-kelip berwarna-warni ini masing-masing pramusaji didata, mulai dari identitas hingga dagangan yang dijual.

Petugas juga membuka laci dan rak meja kasir warung kopi. Belakang sound tak luput dari pengamatan petugas.

"Kami belum menemukan dugaan prostitusi terselubung, upaya pencegahan ini sangat diperlukan untuk menciptakan ketertiban dan ketentrama di masyarakat.

Yang utama memang deteksi prostitusi terselubung di warung-warung," ujar Kasatpol PP Kabupaten Gresik Abu Hasan, Minggu (2/2/2020).

Disampaikan, dari hasil razia yang dilakukan sejak pukul 19.00 Wib itu belum menemukan tanda-tanda prostitusi. Meski demikian, pihaknya menegaskan akan menindak tegas para pemilik warung yang kedapatan melanggar aturan.

"Selain prostitusi, kami juga menyisir warung yang disinyalir menjual minuman keras. Intinya, yang melanggar perda harus ditindak sesuai aturan," imbuhnya kepada Tribunjatim.com.

Menurut Abu Hasan, masyarakat ikut serta memantau wilayahnya. Terutama lokasi yang telah berdiri warung - warung. Selain itu, perangkat desa juga harus aktif mengawasi wilayahnya.

Kabid Kententraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Dinas Satpol PP Gresik, Moelyono menambahkan jika masyarakat menemukan adanya praktik prostitusi. Diminta untuk tidak segan-segan melapor.

"Langsung lapor, masyarakat tidak perlu khawatir. Semua harus berperan aktif," pungkasnya. (wil/Tribunjatim.com)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved