Virus Corona Merebak, Permintaan Masker Melonjak di Kota Malang

Begitu banyak masyarakat mengantisipasi penyebaran virus corona. Hal itu membuat permintaan masker di Kota Malang melonjak tinggi.

Virus Corona Merebak, Permintaan Masker Melonjak di Kota Malang
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Penjualan masker bedah di Kota Malang melonjak tinggi akibat pengaruh Coronavirus. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Setelah banyak masyarakat mengantisipasi penyebaran virus corona, permintaan masker di Kota Malang melonjak tinggi.

Sebagaimana yang telah dipantau TribunJatim.com di sebuah toko alat kesehatan Medicare yang terletak di Jalan Gajayana, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Di tempat tersebut, permintaan masker mengalami lonjakan hingga lebih dari 100 persen.

"Mulai dua minggu ini permintaan masker sangat tinggi. Kita pun juga aslinya kewalahan menghadapi permintaan konsumen. Karena kalau dulu, kita stok masker ketika masker tersebut sudah habis di toko tetapi saat ini, kita harus selalu menyiapkan stok masker yang cukup," ujar pegawai toko, Diana Sari kepada TribunJatim.com, Minggu (2/2/2020).

Diana Sari menjelaskan, toko alat kesehatan Medicare menyediakan dua tipe masker yaitu masker bedah dan masker tipe N 95.

Namun stok masker tipe N 95 sudah habis dan stok barangnya saat ini sudah sulit di pasaran.

Sehingga pihaknya hanya menyediakan masker bedah saja.

KPU Kabupaten Gresik Ingatkan Bakal Calon Perseorangan Pilkada 2020 Input Dukungan di Aplikasi Silon

Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Kota Malang Meningkat

Kendaraan Pertamina Rusak Jalan, Bupati Tuban Tinjau Jalan Penghubung Desa Tasikharjo dan Desa Ramen

Puncak Bonus Demografi 2030: Wakil Kepala BSSN Ajak Generasi Milenial Amalkan Nilai Pancasila

Arema FC Sambut Positif Piala Gubernur Jatim, Berikut Jadwal Lengkap Pertandingan Grup A dan Grup B

Diana Sari mengaku, sejak dua minggu yang lalu konsumen selalu membeli masker dalam jumlah sangat besar.

"Rata rata konsumen membeli dan memilih masker bedah tipe ear loop. Dimana konsumen langsung membeli dalam bentuk boks karton. Di mana di dalam satu boks karton, berisi 40 boks yang masing masing per boks isinya 50 masker," bebernya.

Diana Sari menerangkan, para konsumen membeli dalam jumlah besar untuk dikirimkan ke luar negeri.

"Konsumen mengirim ke negara Hongkong dan Singapura untuk digunakan anggota keluarganya yang tinggal di sana," tambahnya.

Cara Iwan Nugroho Lakukan Transaksi Narkoba, Trik Tersendiri untuk Serah Terima dengan Pembeli

6 Bulan Jadi Kurir Sabu Ganja & Pil Koplo, Pria Ini Diduga Masuk Dalam Kartel Narkoba Besar di Jatim

Permintaan masker ini rupanya membuat harga jual melambung tinggi.

Pada hari biasa satu kotak masker yang berisi 50 lembar hanya Rp 33 ribu.

Kini, harga itu ikut melonjak hingga Rp 60 ribu untuk 50 lembar.

"Kalau hari biasa, satu boks masker isi 50 hanya Rp 33 ribu namun sejak dua minggu yang lalu harganya ikut melonjak menjadi Rp 65 ribu. Dan ini sebenarnya sudah termasuk turun harganya, karena dulu harganya sempat mencapai Rp 85 ribu," pungkasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan

Editor: Elma Gloria Stevani

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved