Warga Sukorambi Jember Terdampak Banjir Bandang Mengungsi di Mess Karyawan Kebun

Warga di sekitar Pabrik Kalijompo, Dusun GendirM, Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember malam ini diinapkan di perumahan karyawan

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yoni Iskandar
sri wahyunik/surya
Tenda untuk pengungsu korban banir di Jember 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Warga di sekitar Pabrik Kalijompo, Dusun GendirM, Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember  malam ini diinapkan di perumahan karyawan Perkebunan Kalijompo.

Perumahan itu berada di selatan Lapangan Kalijompo yang menjadi posko penanganan bencana banjir bandang Jember.

Ada 64 KK yang mengungsi di tempat tersebut. Mereka sebelumnya tinggal di rumah mereka yang ada di utara pabrik, sekitar pabrik, dan sekitar lapangan itu. Permukiman warga utara pabrik dengan Pabrik Kalijompo itu dipisahkan Sungai Kalijompo.

Sebelumnya ada jembatan bambu sepanjang 13 meter yang menjadi penghubung. Kini jembatan itu putus setelah diterjang banjir bandang pada Sabtu (1/2/2020).

Sementara itu, Minggu (2/2/2020) petang, kawasan Kalijompo kembali dilanda hujan.

"Sekarang hujan lagi. Tapi debit air sungai normal. Untuk warga yang tinggal di sekitar pabrik, sementara kami ungsikan di mess karyawan kebun di dekat lapangan," ujar Pimpinan Kebun Kalijompo Agus Dwi Martono kepada Surya, Minggu (2/2/2020).

Polisi Melepas Terduga Pencuri Truk Yang Nabrak Rumah Warga Kauman Tulungagung

Rumahnya Rusak Diterjang Banjir Bandang, Warga Jember Menangis di Pelukan Khofifah

Belasan Warga Terdampak Bandara Kediri Belum Melepaskan Tanahnya

Surya menghubungi Agus sekitar pukul 17.30 Wib untuk mengetahui situasi per sore ini di wilayah atas Kabupaten Jember itu.

Kawasan yang berbatasan dengan hutan Perhutani, dan Pegunungan Argopuro itu adalah permukiman paling atas di kawasan itu.

Banjir bandang yang terjadi di DAS Kalijompo, Sabtu (1/2/2020) kemarin, mengenai kawasan sekitar pabrik itu terlebih dahulu.

Beberapa rumah warga setempat terdampak banjir, seperti dapur tergenang air.

"Kami akan buatkan jembatan bambu untuk sementara. Kami akan ajukan ke pimpinan untuk pembangunan jembatan permanen," lanjut Agus.

Sebab ketika jembatan penghubung itu dari bambu, hampir setiap tahun, pihak kebun setempat memperbaiki jembatan itu.

Selama jembatan penghubung belum ada, warga tetap berada di pengungsian sampai situasi dirasa aman.

Kholifah, warga yang rumahnya di utara pabrik masih takut untuk kembali ke rumahnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved