Gus Sholah Meninggal Dunia

Pesan Terakhir Gus Sholah kepada Wali Kota Malang Sebelum Meninggal Dunia

Wali Kota Malang, Sutiaji turut berbelasungkawa atas meninggalnya KH Salahuddin Wahid atau biasa dipanggil Gus Sholah.

Pesan Terakhir Gus Sholah kepada Wali Kota Malang Sebelum Meninggal Dunia
TRIBUNJATIM.COM/RIFKI EDGAR
Wali Kota Malang, Sutiaji turut berbelasungkawa atas meninggalnya KH Salahuddin Wahid atau biasa dipanggil Gus Sholah. 

TRIBUNJATIM.COM. KEDUNGKANDANG - Wali Kota Malang, Sutiaji turut berbelasungkawa atas meninggalnya KH Salahuddin Wahid atau biasa dipanggil Gus Sholah.

Sutiaji ternyata pernah diberikan pesan khusus saat bertemu dengan Gus Sholah ketika awal menjabat sebagai Wali Kota Malang.

Sutiaji menyampaikan, bahwa pesan Gus Sholah kepada dirinya ialah harus menjadi pemimpin yang amanah.

Pesan itu diberikan oleh Gus Sholah ketika Sutiaji diperkenalkan oleh KH Hasyim.

"Jadilah pemimpin yang amanah. Tidak pandang bulu agamanya apa, kalau orang itu berprestasi harus diberikan reward
Kalau yang punya salah harus diberi hukuman," ucapnya, Senin (3/2/2020).

Sutiaji memandang Gus Sholah sebagai pribadi yang low profile dan bersahaja.

Jelang Hadapi Sidang Vonis, Mak Susi Disambut Belasan Pendukung di Pengadilan Negeri Surabaya

Pesawat Batik Air untuk Jemput WNI di Wuhan Jalani Pembersihan Khusus dan Dinyatakan Steril oleh KKP

Siti Badriah Sebatas Artis yang Diundang, Sempat Ditawari Jadi Member Memiles Tapi Menolak, Mengapa?

Hari Ini Stasiun Gubeng dan Pasar Turi Terapkan Parkir Nontunai, Bayar Pakai Kartu Uang Elektronik

Aksi Nekat Maling Motor di Malang, Curi Honda Vario di Parkiran, Gerak-gerik Pelaku Terlihat Jelas

Gus Sholah ia anggap tangan panjang dari Gus Dur.

Karena Gus Sholah merupakan orang yang pluralis dan bisa menggabungkan seluruh komponen masyarakat dan melindungi minoritas.

"Kita kehilangan orang yang bisa memadukan kepentingan. Semoga pemikiran beliau bisa diteruskan oleh generasi bangsa untuk membangun negeri ini," ujarnya.

Tak hanya itu, Sutiaji yang juga pernah menjadi santri di Tebu Ireng Jombang juga merasa kehilangan seorang tokoh bangsa.

Halaman
12
Penulis: Rifki Edgar
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved