BPJS Kesehatan Gresik Jamin Tak Telat Bayar Klaim Pembayaran ke Rumah Sakit dan Klinik

Staf Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Kabupaten Gresik Qury Ain, untuk pembayaran klaim kepada rumah sakit dan klinik tidak ada tunggakan

BPJS Kesehatan Gresik Jamin Tak Telat Bayar Klaim Pembayaran ke Rumah Sakit dan Klinik
(surya/Sugiyono)
PELAYANAN - Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik Tanya Rahayu, menjelaskan bahwa pelayanan Kesehatan peserta JKN-KIS bagi peserta BPJS di Kabupaten Gresik masih berlangsung saat libur Hari Raya Idul Fitri, Senin (27/5/2019). 

 TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan awal tahun 2020 memastikan tidak ada tunggakan pembayaran klaim ke rumah sakit dan klinik yang bekerja sama, Selasa (4/2/2020).

Staf Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Kabupaten Gresik Qury Aini mengatakan, untuk pembayaran klaim kepada rumah sakit dan klinik yang kerjasama dengan BPJS Kesehatan tidak ada tunggakan pembayaran klaim dRS dan Klinik di Gresik.

Data peserta fakes untuk BPJS Kesehatan yang membawahi Gresik dan Lamongan pada 2017 sudah ada 152 rumah. Terdiri dari 65 Puskesmas, 19 dokter praktik perorangan dan 61 klinik Pratama.

Sehingga, untuk pembayaran kliam selalu diusahakan tepat waktu.

"Untuk pembayaran klaim selalu diusahakan tepat waktu," kata Qury kepada Tribunjatim.com.

Sementara untuk peserta BPJS Kesehatan yang menunggak, Qury mengaku akan menindaklanjuti dengan cara meminta membayar tepat waktu. Sebab program BPJS Kesehatan merupakan program gotong royong untuk pemerataan kesehatan.

Sehingga, masyarakat yang menunggak pembayaran selalu akan ditindaklanjuti dengan mengirimkan surat pemberitahuan kepada pihak keluarga.

Operasi Amputasi Jari Tengah Berjalan Dengan Sukses, MS Jalani Masa Pemulihan

KRONOLOGI WNI di Singapura Bisa Idap Virus Corona Meski Tak Pernah ke China, Penyebabnya Terungkap

Panen 77 Motor Bodong, Kapolres Bangkalan Wanti-wanti Warga Ancaman 4 Tahun Penjara

"Pasti kita tindak lanjut untuk peserta yang menunggak. Kita kirim surat kepada pihak keluarga," katanya kepada Tribunjatim.com.

Seperti Keluar Endro Wahyudi, warga Desa Morowudi Kecamatan Cerme, yang nunggak iuran BPJS Kesehatan sebesar Rp 8,320 Juta untuk 4 orang anggota keluarganya.

Surat informasi pembayaran iuran jaminan kesehatan nasional (JKN) BPJS Kesehatan dikirim pada 6 Januari 2020. "Kami tidak pernah menggunakan jasa BPJS Kesehatan, tapi tetap ada tagian, akhirnya tidak saya bayar," kata anggota keluarga yang enggan menyebut namanya. (Sugiyono/Tribunjatim.com)

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved