Terkait Kasus Perundungan Siswa SMPN 16 Malang, Wali Kota Sutiaji: Silakan Kalau KPAI ke Malang

Sutiaji mempersilakan Komisi Perlindungan Anak Indonesia datang ke Malang untuk membahas kasus perundungan yang menimpa siswa SMPN 16 Malang.

Terkait Kasus Perundungan Siswa SMPN 16 Malang, Wali Kota Sutiaji: Silakan Kalau KPAI ke Malang
Humas Polresta Malang Kota via Kompas.com
MS (13) , siswa SMPN 16 Malang yang diduga korban pembullyan saat dijenguk Polresta Malang Kota 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Wali Kota Malang, Sutiaji mempersilakan jika Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ke Malang terkait kasus perundungan yang menimpa siswa SMPN 16 Malang berinisial MS.

Sebelumnya dalam rilis yang diterima oleh TribunJatim.com, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berencana ke Malang dan mengajukan pertemuan antara lain dengan kepala sekolah dll pada 13 Februari 2020.

Hal ini karena ada laporan-laporan yang masuk ke KPAI.

"Silahkan saja datang," kata Sutiaji pada wartawan usai pertemuan dengan sekitar 200-an kasek, wakasek SMP negeri dan swasta serta pengawas sekolah. Menurutnya, sejatinya, meski tidak ada kejadian ini, ia sudah berencana rutin bertemu kepala sekolah, guru setiap Senin. "Terutama untuk pendidikan karakter," kata Sutiaji.

Wali Kota Sutiaji Ungkap 6 Hal yang Perlu Ditekankan Terkait Kasus Bullying Siswa SMPN 16 Malang

Bisikan Setan Bikin Zikria Dzatil Terlena, Berikut Isi Surat Permintaan Maaf Penghina Risma

Diolok-olok Kodok Betina Lewat Facebook, Wali Kota Risma: Warga Surabaya, Maafkanlah Zikria Dzatil

ALASAN Risma Laporkan Akun Media Sosial yang Menghinanya: Salah Apa Saya Disebut Kodok?

BREAKING NEWS - Wali Kota Risma Memaafkan Penghinanya

Sebagaimana dalam berita sebelumnya, KPAI ingin mengadakan rapat koordinasi dan pengawasan langsung ke Kota Malang.

Beberapa pihak yang ingin diundang seperti sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Inspektorat Kota Malang, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan P2TP2A Kota Malang. Juga kepolisian yang menangani kasus perundungan ini.

Informasi sebelumnya, Wali Kota Malang, Sutiaji membeberkan hasil pertemuan tertutup dengan kepala SMP negeri dan swasta, wakasis dan pengawas di ruang sidang Balaikota, Rabu (5/2/2020).

Hal ini pasca terjadinya perundungan pada siswa MS yang mengalami kekerasan akibat 'bullying' yang dilakukan oleh tujuh temannya.

Termasuk membuat satu jarinya diamputasi.

"Ada enam hal yang ditekankan dalam pertemuan itu," jelas Sutiaji pada wartawan usai acara. Pertama, mekanisme komunikasi antar orangtua, guru harus dilakukan setiap hari. Sehingga apa yang terjadi pada hari itu bisa segera diketahui. Sedang kasus di SMP tersebut sudah terjadi pada 15 Januari 2020, tapi beberapa hari kemudian diketahui sekolah.

Halaman
12
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved