Wali Kota Sutiaji Ungkap 6 Hal yang Perlu Ditekankan Terkait Kasus Bullying Siswa SMPN 16 Malang

Wali Kota Malang, Sutiaji membeberkan hasil pertemuan tertutup dengan kepala SMP negeri dan swasta, wakasis dan pengawas di ruang sidang Balaikota.

Wali Kota Sutiaji Ungkap 6 Hal yang Perlu Ditekankan Terkait Kasus Bullying Siswa SMPN 16 Malang
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Wali Kota Malang, Sutiaji memberi keterangan pada wartawan seusai meminta keterangan sejumlah pihak di sekolah, tempat terjadinya bullying pada seorang siswa, Senin (3/2/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, KLOJEN - Wali Kota Malang, Sutiaji membeberkan hasil pertemuan tertutup dengan kepala SMP negeri dan swasta, wakasis dan pengawas di ruang sidang Balaikota, Rabu (5/2/2020).

Hal ini pasca terjadinya perundungan pada siswa MS yang mengalami kekerasan akibat "bercandaan" tujuh temannya.

Termasuk membuat satu jarinya diamputasi.

"Ada enam hal yang ditekankan dalam pertemuan itu," jelas Sutiaji pada wartawan usai acara. Pertama, mekanisme komunikasi antar orangtua, guru harus dilakukan setiap hari. Sehingga apa yang terjadi pada hari itu bisa segera diketahui. Sedang kasus di SMP tersebut sudah terjadi pada 15 Januari 2020, tapi beberapa hari kemudian diketahui sekolah.

 

Bisikan Setan Bikin Zikria Dzatil Terlena, Berikut Isi Surat Permintaan Maaf Penghina Risma

Diolok-olok Kodok Betina Lewat Facebook, Wali Kota Risma: Warga Surabaya, Maafkanlah Zikria Dzatil

Pertemuan tertutup untuk kepala SMP negeri dan swasta, wakasek dan pengawas oleh Walikota Malang berlangsung tertutup, Rabu (5/1/2020).
Pertemuan tertutup untuk kepala SMP negeri dan swasta, wakasek dan pengawas oleh Walikota Malang berlangsung tertutup, Rabu (5/1/2020). (TRIBUNJATIM.COM/SYLVIANITA WIDYAWATI)

ALASAN Risma Laporkan Akun Media Sosial yang Menghinanya: Salah Apa Saya Disebut Kodok?

BREAKING NEWS - Wali Kota Risma Memaafkan Penghinanya

Target Mario Gomez di Laga Uji Coba Arema FC Vs Semeru FC Lumajang

Katanya, jika komunikasi terjalin, maka bisa diketahui sejak dini.

Sehingga seluruh stakeholder di sekolah bisa mengetahui prosesnya dan melaporkan ke kepala sekolah. Kedua, soal transparansi informasi.

Ia meminta tidak menutupi informasi yang ada. Dan harus dilaporkan sesuai kenyataan/kejadian. "Sehingga tidak ada miss," kata Sutiaji.

Sebab jika starting point di premis minor dan mayornya sudah tidak benar, maka konklusinya salah," jawabnya.

Sehingga ketika laporan dari sekolah tidak benar, maka keputusan yang diberikan juga tidak benar. Ketiga, terkait pengawasan.

Kata Sutiaji, kepala sekolah adalah supervisor. Maka supervisi harus dijalankan terus menerus.

Halaman
12
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved