Ajak Pemirsa TV dan Radio Lebih Kritis, KPI Resmikan Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa

Ajak masyarakat lebih kritis menanggapi pesan media melalui televisi dan radio, KPI resmikan Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa di Unesa, Kamis.

TRIBUNJATIM.COM/ZAINAL ARIF
Foto Bersama Kegiatan Peresmian Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa (GLSP) di Aula Lt. 11 Gedung Rektorat Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kampus Lidah Kulon, Surabaya, Kamis (6/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Zainal Arif

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meresmikan Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa (GLSP). 

GLSP merupakan upaya KPI menguatkan hak publik atas pengawasan dan peningkatan kualitas siaran televisi dan radio.

Peresmian GLSP dilakukan oleh Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafidz dalam kegiatan seminar literasi media di Aula Lt. 11 Gedung Rektorat Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kampus Lidah Kulon, Surabaya, Kamis (6/2/2020).

Rekomendasi 8 Kado Valentine yang Bisa Diberikan untuk Orang Tersayang pada 14 Februari Nanti

Kisah Kakek Tangerang Beristri 94 Pernah Viral, Hanya 2 Paling Setia, 1 Janda Dicerai karena Bohong

Kegiatan gerakan literasi ini dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, dinas pendidikan, perwakilan ormas, media, hingga pemerhati media, total 300 lebih peserta hadir sejak pukul 9 pagi.

Komisioner KPI Pusat bidang kelembagaan yang merupakan penanggung jawab GLSP, Nuning Rodiyah mengatakan, gerakan ini bertujuan mengajak pemirsa untuk lebih kritis menanggapi pesan media melalui televisi dan radio.

Tanggapi Bullying Siswa SMPN 16 Malang, Khofifah Minta Fungsi Konseling di Sekolah Dimaksimalkan

"Apa yang disampaikan oleh media itu tidaklah bebas nilai, karenanya masyarakat harus punya keterampilan dalam mengkonsumsi media, sehingga tidak mudah di pengaruhi jika muatan media yang hadir tidak sesuai dengan norma yang ada di tengah masyarakat," kata Nuning.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPR RI, Mautya Hafidz mengatakan, kemajuan teknologi informasi termasuk teknologi penyiaran harus dibarengi dengan pendidikan atau literasi di dalamnya, sehingga industri penyiaran dapat bertahan.

"Kreatifitas dan Berkualitas menjadi kunci utama bagi industri penyiaran untuk bertahan, jika melihat sosial media memang mereka menghibur akan tetapi dari segi kualitas, misalnya informasi yang beredar belum terverifikasi dengan benar," kata Mautya Hafidz.

Chord & Kunci Gitar Kowe Mlayu (Engkau Lari) Didi Kempot, Lagu Terbaru Tahun 2020, Gelo Aku Gelo

Kamar Kos Rp 30 Ribu per Jam di Tulungagung, Pemilik Sewakan Tempat untuk Pasangan Bukan Suami Istri

Sebelumnya literasi sudah menjadi kegiatan rutin KPI melalui seminar di berbagai daerah yang mengikutsertakan berbagai elemen masyarakat, baik dari kalangan perguruan tinggi, organisasi kepemudaan ataupun organisasi masyarakat lainnya.

Halaman
12
Penulis: Zainal Arif
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved