Pelaku Budaya di Kota Malang Sikapi Kasus Bullying Siswa SMP, Tawarkan Solusi 'Budayawan Mengajar'

Pelaku budaya di Kota Malang sikapi kasus bullying siswa SMP. Mereka menawarkan program budayawan mengajar untuk mengatasi kasus perundungan.

Pelaku Budaya di Kota Malang Sikapi Kasus Bullying Siswa SMP, Tawarkan Solusi 'Budayawan Mengajar'
DOK./HUMAS PEMKOT MALANG
Wali Kota Malang sutiaji bersama dengan para pelaku budaya dalam acara "Dialog Publik Amanat Pemajuan Seni dan Budaya Kota Malang" yang dihelat oleh Komite Kebudayaan Kota Malang (K3M) di gedung KNPI kota Malang, Rabu (5/2/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Para pelaku budaya di Kota Malang menawarkan budayawan mengajar dalam menyikapi kasus perundungan atau bullying yang viral menimpa siswa SMP di Kota Malang.

Hal tersebut disampaikan oleh para budayawan dan seniman dalam acara "Dialog Publik Amanat Pemajuan Seni dan Budaya Kota Malang" yang dihelat oleh Komite Kebudayaan Kota Malang (K3M) di gedung KNPI kota Malang, Rabu (5/2/2020).

Salah satu pelaku budaya, Wahyu Eko Setiawan menyampaikan, para pelaku budaya ingin direkomendasikan dalam proses belajar mengajar atau program budayawan mengajar.

Kasus Bullying Siswa SMP di Malang Viral, Dewan Panggil Kepala Dinas Pendidikan Pekan Depan

Hal tersebut termotivasi dari permasalahan perundungan siswa yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan oleh publik.

"Menurut kami perundungan ini terjadi disebabkan oleh hilangnya nilai nilai budaya dalam pengajaran. Dan melalui program ini, kami akan menguatkan pendidikan karakter dari Pak Wali Kota," ucap pria yang akrab disapa Sam Wes ini.

Merespon hal tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji menyambut baik apa yang disampaikan oleh para pelaku budaya.

Orang nomor satu di Kota Malang menyampaikan, kebudayaan dan pendidikan saat ini sudah melekat dan linier.

Hal ini ditandai dengan melekatnya kebudayaan di Dinas Pendidikan, yakni menjadi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang (Dindikbud).

"Apa yang dilontarkan Sam Wahyu ini sangat dimungkinkan, dan segera saya minta dinas untuk merumuskan aktualisasinya," ucap Sutiaji.

Buntut Kasus Bullying, Wali Kota Sutiaji Beri Sanksi Tegas kepada Kepala SMPN 16 & Dindikbud Malang

Tak hanya membahas soal kasus perundungan saja, dalam acara tersebut juga membahas tentang keterlibatan budayawan dalam membangun Kota Malang.

Terutama dalam melibatkan budayawan dalam menyemarakkan HUT kota Malang ke-106 tahun.

Wali Kota Sutiaji dan Kapolres Jenguk Korban Bullying Siswa SMPN 16 Malang di Rumah Sakit Lavalette

Serta sebagai penguatan data base para pelaku budaya kota Malang oleh perangkat daerah teknis.

"Acara ini sangat menarik. Karena kegiatan dialog ini digelar sebagai bentuk keterpanggilan dan komitmen Budayawan Kota Malang untuk ikut memajukan kota Malang, sekaligus "menagih" dukungan Pemkot kepada pemajuan kebudayaan kota Malang," ucap Jatmiko, ketua K3M.

Nasib Pilu Siswa SMP di Malang Dianiaya 7 Temannya di Masjid Sekolah, Jarinya Terancam Diamputasi

Penulis: Rifki Edgar

Editor: Arie Noer Rachmawati

Penulis: Rifki Edgar
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved