Peredaran Rokok Ilegal di Madura Capai 6 Juta Batang, Bangkalan Sosialisasi Stop Edar Rokok Ilegal

Peredaran Rokok Ilegal di Madura Capai 6 Juta Batang, Bangkalan Sosialisasi Stop Edar Rokok Ilegal.

Peredaran Rokok Ilegal di Madura Capai 6 Juta Batang, Bangkalan Sosialisasi Stop Edar Rokok Ilegal
SURYA/AHMAD FAISOL
Petugas Dinas Perdagangan Kabupaten Bangkalan menempelkan sticker 'Stop Peredaran Rokok Ilegal' di sebuah toko di kawasan Pasar Jaddih Kecamatan Socah 

Peredaran Rokok Ilegal di Madura Capai 6 Juta Batang, Bangkalan Sosialisasi Stop Edar Rokok Ilegal

TRIBUNMADURA.CO, BANGKALAN - Inspeksi mendadak (sidak) sekaligus sosialisasi 'Stop Peredaran Rokok Ilegal' terus digencarkan Dinas Perdagangan Bangkalan.

Hal itu dilakukan untuk menekan angka peredaran rokok tanpa cukai atau ilegal di Kabupaten Bangkalan.

Pasalnya, data yang diterima Dinas Perdagangan Kabupaten Bangkalan dari Kantor Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Madura di Pamekasan menyebutkan, peredaran rokok ilegal di Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep berada pada angka mencengangkan.

Bangkalan Gempa 6,3 SR Dini Hari Tadi, Warga Sekitar Tanya Kapan, Aktivitas Jalan Seperti Biasa

Bangkalan Gempa Magnitudo 6,3 Dini Hari Tadi, Getaran Sampai ke Kuta Bali, Surabaya Malah Tak Terasa

Temuan 77 Motor Bodong Dicek Noka & Nosin di Mapolres Bangkalan, Bakal Dikembalikan ke Pemilik

"Hasil sitaan Bea dan Cukai Pamekasan di tahun 2019, peredaran rokok ilegal di Pulau Madura tercatat hingga 6 juta batang," ungkap Kepala Dinas Perdagangan Bangkalan Roosly Haryono kepada TribunJatim.com, Jumat (7/2/2020).

Ia menjelaskan, Stop Peredaran Rokok Ilegal terus digencarkan Dinas Perdagangan Kabupaten Bangkalan di berbagai lokasi.

Seperti yang telah dilakukan di Pasar/Kecamatan Socah, Kamal, dan Pasar Jaddih Kecamatan Socah, Kamis (6/2/2020).

"Selain ke sejumlah pasar, kami juga mengunjungi pondok pesantren," jelas pria yang akrab disapa Nono itu.

Dalam sosialisasi tersebut, petugas Dinas Perdagangan menempelkan stiker berwarna merah bertuliskan 'Stop...!!! Peredaran Rokok Ilegal' di setiap toko.

Stiker itu juga dilengkapi keterangan, 'Barang siapa yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual Barang Kena Cukai (BKC) yang tidak dikemas untuk penjual eceran atau tidak dilengkapi pita cukai melanggar Pasal 54 Undang-undang (UU) RI nomor 1995 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 39 Tahun 2017 tentang Cukai.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved