VIRAL Kasus Siswa SMPN 16 Malang Dibully, Polresta Malang Kota Panggil Dinas Pendidikan Pekan Depan

Polresta Malang Kota akan secepatnya memanggil pihak saksi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang.

VIRAL Kasus Siswa SMPN 16 Malang Dibully, Polresta Malang Kota Panggil Dinas Pendidikan Pekan Depan
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Yunar Hotma Parulian Sirait saat memberikan keterangan terkait perkembangan kasus MS. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Polresta Malang Kota akan secepatnya memanggil pihak saksi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang.

Pemanggilan tersebut terkait dengan kasus perundungan yang menimpa murid salah satu SMPN 16 yaitu MS (13).

"Kita akan lakukan pemanggilan terhadap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang. Kita agendakan jadwal pemeriksaannya minggu depan," ujar Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Yunar Hotma Parulian Sirait kepada TribunJatim.com, Jumat (7/2/2020).

Kompol Yunar Hotma Parulian Sirait menjelaskan, pemeriksaan saksi dari Disdikbud akan menanyakan beragam hal. Yaitu mulai dari pengawasan dan tindakan upaya prosedural lainnya.

Dinsos P3AP2KB Komitmen Lakukan Trauma Healing untuk Pelaku dan Korban Bullying Siswa SMPN 16 Malang

Berkas Kasus Penganiayaan Pilot Terhadap Pegawai Hotel Dikembalikan ke Penyidik Polrestabes Surabaya

Lestarikan Budaya Indonesia, Panitia SKD CAT CPNS Kemenkumham Jatim Berpakaian Adat Nasional

 

Proses Pembuatan Ganja Sintetis yang Dilakukan 4 Pelaku di Apartemen, Pakai Alkohol dan Zat Pewarna

Ganja Sintetis Hasil Ramuan Ganja & Tembakau Gayo Bikin Halusinasi Makin Parah, Dijual Secara Online

Dinsos-P3AP2KB Beri Pendampingan Psikologi untuk Pelaku dan Korban Bullying Siswa SMPN 16 di Malang

Sementara itu ia menerangkan bahwa hari ini pihaknya telah memeriksa sebanyak tiga saksi.

"Dari tiga saksi yang kita periksa, salah satunya adalah dokter yang memeriksa korban. Sehingga total hingga saat ini sudah ada 18 saksi yang telah diperiksa," jelasnya.

Namun meski begitu dirinya belum menetapkan tersangka dari kasus perundungan ini.

"Saat ini semua yang diperiksa statusnya masih sebagai saksi. Dan kita juga terus berkoordinasi dengan psikolog dan pihak dari Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk menangani trauma healing korban," pungkasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan

Editor: Elma Gloria Stevani

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved