Awal Februari 3 Petani Tewas Jebakan Tikus,DPRD Gresik:Dispertan Lambat Sosialisasi

Kalangan dewan menyebut Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Gresik untuk mencegah petani menggunakan jebakan tikus dialiri listrik tergolong lambat.

Awal Februari 3 Petani Tewas Jebakan Tikus,DPRD Gresik:Dispertan Lambat Sosialisasi
SURYA/HANIF MANSHURI
Korban tewas akibat kesetrum jebakan tikus, saat ditemukan di lahan persawahan, Kamis (2/8/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Kalangan dewan menyebut Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Gresik untuk mencegah petani menggunakan jebakan tikus dialiri listrik tergolong lambat.

Selain sosialisasi dan penggunaan metode yang lebih ramah lingkungan juga lemah.

Awal bulan Februari, sudah tiga orang petani di Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik meregang nyawa gara-gara jebakan tikus ini. Disperta baru akan melakukan sosialisasi pada Minggu (9/2/2020) di Desa Mentaras.

Kemudian seluruh petani di Kecamatan Dukun akan diundang kembali untuk sosialisasi dengan PLN dan Disperta pada Kamis (13/2/2020).

Lambatnya langkah Disperta ini membuat petani masih menggunakan jebakan tikus yang dialiri listrik. Karena bagi petani lebih praktis untuk mengusir hama tikus yang merusak tanaman padi.

"Terlambat sebenarnya, padahal Disperta bisa lebih cepat sosialisasi dan mengurangi penggunakan jebakan tikus dengan aliran listrik," Anggota Komisi II DPRD Gresik, Musa kepada Tribunjatim.com, Sabtu (8/2/2020).

Politisi asal Bawean ini meminta Disperta harus tegas melarang penggunaan jebakan tikus yang dialiri listrik itu. Karena sudah banyak petani yang meninggal karena jebakan sendiri.

Persebaya Surabaya Putuskan Tak Berikan Kontrak pada Pemain Trial Frank Rikhard Sokoy

1 Alasan Bikin Wali Kota Risma Cabut Laporan Soal Hinaan Zikria Dzatil, Pejabat Pemkot Buka Suara

Polisi Dapati Luka Tusuk di Jantung Ibu Muda yang Tewas Bersimbah Darah di Kamar Kos Surabaya

"Masyarakat diajak bersama-sama rumah burung hantu. Kan caranya banyak, masak sih tidak bisa. Selama ini masyarakat seperti melawan sendiri (hama tikus)," ucapnya kepada Tribunjatim.com.

Nah, Musa meminta agar pelarangan menggunakan jebakan tikus yang dialiri listrik benar-benar dilarang. Agar tidak ada lagi petani yang menjadi korban.

"Setiap tahun di Dukun itu petani ada yang meninggal tersengat listrik. Banyak cara selain pakai alat itu. Kalau pemerintah mau, apa yang tidak bisa?" tutupnya. (wil/Tribunjatim.com)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved