Petani Pamekasan Ramai-ramai Tanam Bawang Merah di Puncak Musim Hujan, Begini Penjelasan Kementan

Para petani di Pamekasan ramai-ramai menanam bawang merah pada puncak musim penghujan.

Petani Pamekasan Ramai-ramai Tanam Bawang Merah di Puncak Musim Hujan, Begini Penjelasan Kementan
achmad amru/ surya
Petani bawang merah di Nganjuk siap menjual hasil panennya ke pasar 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Para petani di Pamekasan ramai-ramai menanam bawang merah pada puncak musim penghujan.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan, Kementerian Pertanian, Nolo Garjito menyebut, hal ini berbeda dengan daerah sentra umumnya.

"Karena bagi petani Pamekasan, saat penghujan menjadi waktu terbaik untuk menanam dengan menerapkan sistem budidaya di luar musim (off season)," kata Nolo saat dikonfirmasi, Minggu (9/2/2020).

Arif Suyono Si Keceng Berseragam PSG Gresik, Presiden The Last Girton Harap Tim Bisa Bersaing

Sinopsis Bahu Begum Episode 12 Sabtu, 8 Februari 2020, Serial India Tayang di ANTV

Ditambahkannya, penanaman bawang merah di musim penghujan juga sebagai antisipasi supaya stok tetap aman.

Apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri 2020, khususnya pada Maret-April.

"Data Januari- Februari tahun lalu, tidak kurang dari 2.000 hektare bawang merah ditanam oleh para petani di Pamekasan," ujarnya.

Berkaca dari data dan kondisi tahun lalu itulah, lanjut Nolo, maka petani di Pamekasan justru menanam bawang merah beramai-ramai saat terjadi musim hujan, sejak Januari hingga Februari ini.

Dengan begitu, pada 2-3 bulan mendatang akan memasuki panen raya.

"Intinya dengan menanam bawang merah beramai-ramai di musim hujan, pada Januari hingga Februari ini untuk mengambil waktu panen Maret-April. Sehingga pasokan menjelang Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada Mei mendatang diprediksi aman," tambahnya.

Kegalauan Suami yang Viral Diantar Istri Nikah Lagi Bocor, Tak Pulang 2 Hari Pasca Lamaran: Mundur

Honda Civic RS Resmi Mengaspal di Surabaya, Dijual Rp 512 Juta, Tampil Lebih Sporty dan Stylish

Penulis: Fikri Firmansyah

Editor: Arie Noer Rachmawati

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved