Petani Pamekasan Ramai-ramai Tanam Bawang Merah Saat Musin Hujan, Demi Amankan Pasokan di Idul Fitri

Petani Pamekasan Ramai-ramai Tanam Bawang Merah Saat Musin Hujan, Demi Amankan Pasokan di Idul Fitri.

Petani Pamekasan Ramai-ramai Tanam Bawang Merah Saat Musin Hujan, Demi Amankan Pasokan di Idul Fitri
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
meski musim hujan, bawang merah tetap ditanam oleh para petani di Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan. Para petani di Pamekasan saat terjadi musim hujan menanam bawang merah dengan menerapkan sistem budidaya di luar musim (off season) 

Petani Pamekasan Ramai-ramai Tanam Bawang Merah Saat Musin Hujan, Demi Amankan Pasokan di Idul Fitri

TRIBUNMADURA.CO, PAMEKASAN - Aktivitas para petani di Pamekasan yang ramai-ramai menanam bawang merah di musim hujan ini khususnya di Januari-Februari, disebut Kementan melalui melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura karena untuk amankan pasokan bawang merah menjelang hari raya Idul Fitri 2020.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kabid Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Kementerian Pertanian, Kabupaten Pamekasan, Nolo Garjito.

Nolo mengatakan, data yang sudah dihimpun petugas di lapangan sampai dengan Minggu ke-3 pada bulan Januari 2020 kemari saja, luas bawang merah sudah mencapai 800 hektare dengan umur tanam 0-25 hari setelah tanam (HST) dan paling luas penanamannya berada di Kecamatan Batumarmar yang mencapai 1.500 hektare di bulan Februari ini.

Seikat Ubi Talas di Pasar Kolpajung Pamekasan Tembus Rp 120 Ribu, Pedagang Sambat Omzet Turun

Tak Terima Dituduh Nyantet, Dua Warga Pamekasan Gelar Sumpah Pocong, Mediasi 3 Kali Gagal

Obor Api Tak Kunjung Padam Pamekasan Diharapkan Bawa Pesan Perdamaian Dunia

"Berkaca dari kondisi itu kami perkirakan saat bulan Maret - April nanti khususnya menjelang hari raya idul fitri, produksi bawang merah di Pamekasan khsusunya yang berada di Kecamatan Batumarmar, kami prediksi bisa mencapai 16 ribu ton, sehingga pasokan bawang merah jelang idul fitri juga aman," kata Nolo, saat dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (9/2/2020).

"Jika pada bulan Januari kemarin hingga Februari ini penanaman bawang merah yang menggunakan sistem Off-Season yang berada di Kecamatan Batumarmar mampu menghasilkan panen sebanyak 16 ribu ton pada bulan Maret-April mendatang, maka pasokan jelang idul fitri akan aman, jika pasokan aman harga bawang merah pun saat jelang idul fitri juga akan stabil," tambahnya.

Dikatakannya, pihaknya bisa bilang pasokan bawang merah bisa aman dan harganya stabil saat jelang idul fitri nanti, karena produksi hasil dari panen bawang merah yang tidak hanya di Kecamatan Batumarmar namun juga diseluruh Pamekasan, produksi bawang merahnya akan dipasokan ke Surabaya bahkan juga hingga ke Jakarta.

Dihubungi terpisah, Bukhori Ketua Gapoktan Melati Putih di Desa Lesong Laok, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan mengatakan bahwa saat panen raya kelompoknya memasok bawang merah ke Pasar Induk di Surabaya dan sebagian langsung ke Jakarta dan Kalimantan dengan rata-rata pasokannya 10 ton setiap hari.

Penulis : Fikri Firmansyah

Editor : Sudarma Adi

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved