Rekahan Tanggul Bengawan Solo Makin Lebar, Jika Jebol Maka Rendam 12.300 Hektar Sawah di Tuban

Rekahan Tanggul Bengawan Solo Makin Lebar, Jika Jebol Maka Rendam 12.300 Hektar Sawah di Tuban.

Rekahan Tanggul Bengawan Solo Makin Lebar, Jika Jebol Maka Rendam 12.300 Hektar Sawah di Tuban
SURYA/M SUDARSONO
Bupati Tuban, H Fathul Huda saat mengecek tanggul Bengawan Solo jebol di Desa Sembungrejo, Kecamatan Plumpang 

Rekahan Tanggul Bengawan Solo Makin Lebar, Jika Jebol Maka Rendam 12.300 Hektar Sawah di Tuban

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Tanggul Bengawan Solo yang berada di Desa Sembungrejo, Kecamatan Plumpang, Tuban, ambles.

Tercatat, amblesnya tanggul diperkirakan terjadi sejak September 2019, dengan panjang retakan 70 meter, dan kedalaman 60 Centimeter.

Akhir bulan Oktober 2019 rekahan tanggul makin lebar dan berbahaya. Hingga kini, panjang kerusakan tanggul kurang lebih 110 meter.

Bupati Tuban H Fathul Huda mengatakan, langkah tercepat yang dilakukan adalah kembali menguatkan struktur tanah dan membuat perlindungan dengan menambah karung pasir.

KILAS KRIMINAL JATIM: Pengakuan Pria Tuban Bobol Kartu ATM hingga Peredaran Rokok Ilegal di Madura

Harga Cabai di Tuban Mulai Turun, Hingga Sentuh Angka Rp 25 Ribu Per Kilogram

Harga Bawang Putih di Tuban Kian Meroket, Dinas Sebut Karena Suplai

Diperkirakan dampak yang ditimbulkan jika tanggul tersebut jebol, maka akan merendam lahan persawahan kurang lebih seluas 12.300 hektar.

Angka tersebut belum termasuk kawasan permukiman warga, sehingga perlu untuk diwaspadai bersama.

"Jika tanggul jebol maka tentu sangat berbahaya," ujar orang nomor satu di Kabupaten Tuban itu, Minggu (9/2/2020)

Bahkan tidak hanya itu, Bupati juga telah mengajukan surat kepada Pemerintah Pusat yang kaitannya tentang pembangunan tanggul secara permanen.

Fathul Huda juga berpesan agar semua pihak untuk selalu waspada, terlebih sekarang memasuki musim penghujan. Kepala Desa Sembungrejo juga diminta untuk aktif memberikan laporan setiap perkembangan yang terjadi.

"Kami sudah berkirim surat ke pusat kaitannya pembangunan tanggul, karena birokrasi yang mengharuskan menunggu 14 hari, maka kami akan kembali bersurat agar penanganan darurat dari pusat dapat segera dilaksanakan," pungkasnya.

Penulis : M Sudarsono

Editor : Sudarma Adi

Penulis: M Sudarsono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved