MS Korban Bullying di Malang Diperbolehkan Meninggalkan Rumah Sakit, Ini Keinginannya

Korban perundungan atau bullying, MS (13) akhirnya meninggalkan RS. Lavalette, Malang, tempat ia dirawat selama 18 hari.

MS Korban Bullying di Malang Diperbolehkan Meninggalkan Rumah Sakit, Ini Keinginannya
Tribunjatim/kukuh kurniawan
Korban perundungan MS (13) saat dituntun oleh pamannya, Taufik. MS diperbolehkan oleh pihak dokter untuk meninggalkan rumah sakit dan melakukan perawatan di rumah. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Korban perundungan atau bullying, MS (13) akhirnya meninggalkan RS. Lavalette,  Malang, tempat ia dirawat selama 18 hari.

MS beserta keluarga besarnya meninggalkan RS. Lavalette sekitar pukul 19.00 untuk kemudian menuju ke rumah mertua paman MS yaitu Soenarno yang terletak di Jalan Simpang Tondano Barat, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang.

MS sendiri turun dari mobil sekitar pukul 19.27 dan kemudian langsung masuk ke dalam rumah.

Ia terlihat memakai jaket hoodie warna hitam, merah dan putih serta memakai topi.

Ia juga nampak menutup wajahnya dengan memakai masker dan terlihat perban yang membalut jari tengahnya masih menempel dan belum dilepas.

Paman MS, Taufik mengatakan MS diperbolehkan pulang atas petunjuk dari dokter psikolog rumah sakit.

Siswa SMP Malang Korban Bullying Masih Trauma Pasca Jari Diamputasi, Bakal Tetap Diberi Pendampingan

Pansus Kali Lamong Kalah Suara, DPRD Gresik Pilih Interpelasi

Setahun Khofifah-Emil: Genjot Pertumbuhan Ekonomi Lewat Perdagangan Lintas Daerah

"Alhamdulillah, sekitar jam 16.00, dokter psikolog rumah sakit melakukan observasi kepada MS untuk melihat hasil kondisi terakhirnya. Dan ternyata hasilnya adalah MS dapat pulang dan meninggalkan rumah sakit," ujarnya kepada TribunJatim.com, Senin (10/2/2020).

Ia menjelaskan bahwa kondisi fisik MS saat ini sudah jauh lebih baik.

"Tadi dokter psikolog juga kaget ternyata kondisi pemulihan psikis MS sangat luar biasa cepat. Dan ini mungkin berkat banyak support dan doa dari keluarga dan banyak orang sehingga MS kondisinya semakin baik," tambahnya.

Ia menerangkan bahwa saat ini MS berkeinginan untuk segera masuk sekolah lagi.

"MS tetap berkeinginan untuk sekolah di tempat yang sama yaitu di SMPN 16. Cuma belum melihat perkembangannya nanti seperti apa karena saat ini masih baru pulang dari rumah sakit. Biar istirahat dahulu dan beradaptasi dengan kondisi lingkungan sekitar," terangnya.

Taufik juga menambahkan bahwa pihak dokter menyerahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga terkait kapan MS dapat bersekolah kembali.

"Tim dokter menyerahkan sepenuhnya kepada kita terkait kapan MS bersekolah kembali. Meski begitu tetap MS terus dilakukan trauma healing hingga sembuh," tandasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved