Pemkot Batu Bakal Ubah Tarif Retribusi Pasar, agar Rakyat Bisa Dapat Fasilitas yang Baik

Pemkot Batu Bakal Ubah Tarif Retribusi Pasar, agar Rakyat Bisa Dapat Fasilitas yang Baik.

Pemkot Batu Bakal Ubah Tarif Retribusi Pasar, agar Rakyat Bisa Dapat Fasilitas yang Baik
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dan wakilnya, Punjul Santoso berdiskusi saat paripuran di DPRD Batu, Senin (10/2/2020). 

Pemkot Batu Bakal Ubah Tarif Retribusi Pasar, agar Rakyat Bisa Dapat Fasilitas yang Baik

TRIBUNBATU.COM, BATU - Pemkot Batu berencana mengubah tarif retribusi pasar.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan, retribusi pasar perlu diperbaharui karena sudah sembilan tahun tidak diubah. Hal itu disampaikan Dewanti setelah mengikuti paripurna di DPRD Batu yang membahas tiga ranperda.

Tiga ranperda yang dibahas adalah penyerahan dan pengelolaan prasarana, sarana dan utilitas. Kedua perubahan atas peraturan daerah Kota Batu No 16 Tahun 2010 tentang Retribusi Pelayanan Pasar. Terakhir  terkait retribusi kekayaan daerah.

Pedagang Pasar Sayur Karangploso Batu Mengeluh Sampah Menumpuk di Pintu Masuk: Ganggu Akses Pedagang

Hotel Alpines di Batu Dipasang Stiker Nunggak Pajak Oleh Petugas Penagihan BKD Kota Batu

Wisata Bunga Selecta Kota Batu Punya Wahana Baru Bianglala, Tiket Naik Cuma Rp 10 Ribu

Dewanti mengatakan, perubahan itu dilakukan bukan semata untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Batu. Melainkan juga untuk memberikan fasilitas yang baik kepada masyarakat.

“Tidak sekadar menaikkan PAD, tapi dapat memberikan pelayanan yang baik. Retribusi kami dapat dan dikembalikan dalam bentuk fasilitas kepada pedagang. PAD memang meningkat, tapi dikembalikan dalam bentuk fasilitas,” ujar Dewanti didampingi Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Senin (10/2/2020).

Namun Dewanti belum  menjelaskan perubahan nominal tarifnya. Dewanti juga belum tahu tarif retribusi pasar saat ini. Ia hanya menegaskan, perubahan tarif untuk kepentingan masyarakat luas.

“Yang jelas semua itu kepentingannya untuk memberikan fasilitas yang lebih baik. Seperti sarana dan prasaran ketika tidak ada regulasi yang jelas, akan terjadi tarik ulur sehingga yang dirugikan masyarakat,” terangnya.

Tarif retribusi pasar sesuai Perda No 16 Tahun 2010 terbagi ke dalam tiga golongan. Golongan A tarifnya Rp 200 per meter persegi. Golongan B tarifnya lebih murah yakni Rp 160 per meter persegi. Sedangkan Golongan C tarifnya Rp 120 per meter persegi.

Pendapatan target retribusi dari pasar pelataran pada 2019 mencapai Rp 592 juta dari target Rp 580 juta. Target dari kios Rp 425 juta terealisasi Rp 318 juta. Sedangkan untuk pedagang yang menempati tempat los dari target Rp 8.3 juta terealisasi Rp 29 juta.

Penulis : Benni Indo

Editor : Sudarma Adi

Penulis: Benni Indo
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved