Belum Punya BNNK, Kabupaten Sampang Terkendala Realisasikan Tes Urine Sebagai Persyaratan Nikah

Belum punya BNNK, Kabupaten Sampang mengaku belum bisa merealisasikan penerapan tes urine sebagai persyaratan nikah.

Belum Punya BNNK, Kabupaten Sampang Terkendala Realisasikan Tes Urine Sebagai Persyaratan Nikah
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Kepala Kemenag Sampang, Pardi (putih) saat berada di ruang kerjanya, Kantor Kemenag Sampang, Jalan Jamaludin Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, Selasa (11/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanggara Pratama

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Kabupaten Sampang menjadi salah satu dari 17 titik wilayah di Jawa Timur yang ditunjuk Kemenag Provinsi Jatim menerapkan tes urine sebagai persyaratan nikah.

Namun, Kementrian Agama (Kemenag Kabupaten Sampang), Madura mengaku belum bisa menerapkan kebijakan tersebut. 

Kepala (Kemenag) Sampang, Pardi mengatakan, tes urine sebagai persyaratan nikah di Kabupaten Sampang belum bisa terlaksana karena, daerahnya belum memiliki Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK).

Tips Sebarkan Virus Literasi ke Anak-anak dari KLA: Jangan Kebanyakan Materi, Banyak Bergerak!

Kecele Hendak Parkir di Stasiun Gubeng, Pengendara Pilih Mundur Alon-alon Karena Tak Punya E-Money

"Wilayah Madura juga termasuk dalam 17 titik tersebut, namun dari keempat daerah di Madura hanya Kabupaten Sumenep," ujarnya, Selasa (11/2/2020).

Dijelaskan, Untuk tes urine merupakan hasil perjanjian bersama antara Kemenag dengan ketua Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur.

Perjanjian tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pelatihan dan sosialisasi kepada semua pemangku kepentingan.

Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas, Polresta Bangkalan Upayakan Zero ODOL, 75 Kendaraan Ditilang

H-3 Valentine, Toko Bunga di Kayoon Surabaya Terima Ribuan Pesanan Bunga, Mawar Jadi Ikon

"Sehingga yang merealisasikan terlebih dahulu untuk program tes urine itu, merupakan daerah yang memiliki BNNK, sedangkan Sampang saat ini masih belum memiliki," jelasnya.

"Kemudian dalam perjanjian itu juga ada kesepakatan bahwa penerapan tes urine pertama dilaksanakan di tahun 2020," imbuhnya.

Pardi menambahkan, meskipun belum bisa menerapkan tes urine untuk persyaratan nikah, pihaknya tetap akan ikut andil dalam memerangi narkoba.

Dengan cara himbauan atau sosialisasi terhadap masyarakat Sampang yang hendak menikah untuk menjauhi barang haram tersebut.

"Kami khusus pelaksanaaan perkawiannnya, tapi setiap saat kami juga menyapaikan tentang bahaya narkoba kepada masyarakat," pungkasnya.

Penulis: Hanggara Pratama

Editor: Heftys Suud 

Penulis: Hanggara Syahputra
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved