Bocah Hanyut di Karangploso Belum Ketemu, Tim SAR Pakai Teknik Ini Untuk Lanjutkan Pencarian

Bocah Karangploso yang dilaporkan hanyut di Sungai Bodo belum digunakan, tim SAR lakukan pencarian dengan teknik tubing.

Bocah Hanyut di Karangploso Belum Ketemu, Tim SAR Pakai Teknik Ini Untuk Lanjutkan Pencarian
SURYA/ERWIN WICAKSONO
Komandan Tim Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya, Ainul Makhdin (kiri) saat koordinasi pencarian korban di Balai Desa Ngijo, Selasa (11/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, KARANGPLOSO - Bocah Karangploso, Rafa Alfarizi (3,5) yang dilaporkan hanyut di Sungai Bodo belum juga ditemukan. 

Sungai lokasi hilangnya bocah tersebut berada di Dusun Ngepeh, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Untuk mencari bocah tersebut, Tim SAR menerapkan teknik tubing

"Kami menyisir aliran sungai dengan menggunakan alat apung berupa ban karet. Teknik tubing dilakukan di sungai yang memiliki karakter tidak terlalu lebar, banyak berbatu dan memiliki banyak jeram dan berarus deras," kata Komandan Tim Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya, Ainul Makhdin saat koordinasi pencarian korban di Balai Desa Ngijo, Selasa (11/2/2020).

10 Lagu Korea Romantis yang Bisa Didengarkan saat Hari Valentine, Ada yang Cocok Buat Pejuang LDR

Pengiriman Masker dari Tulungagung ke Hongkong Naik 2 Kali Lipat, Molor 7 Hari Baru Sampai Tujuan

Ainul menambahkan, kondisi sungai Bodo yang berarus deras dengan banyak ditemui ranting pohon tumbang.

"Arus deras. Banyak ranting pepohonan tumbang. Kami melakukan evaluasi dan melanjutkan pencarian siang nanti. Kami menerapkan standar keamanan saat bertugas. Seperti menggunakan helm dan jaket pelampung," ujar Ainul.

Informasi sebelumnya, seorang anak bernama Moh Rafa Alfaris dilaporkan hanyut di sebuah sungai di Dusun Ngepeh, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Polisi Bakal Jemput Paksa Putra Kiai Jombang Cabuli Santriwati : Ada Surat Perintah Penangkapan

Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Mudji Utomo menerangkan, korban dilaporkan tidak diketahui keberadaanya pada, pukul 17:00 waktu setempat, Senin (10/2/2020).

"Informasi yang didapat, korban makn saat hujan di sekitar sungai saat hujan deras. Ada saksi yang mendapati korban sudah tidak ada setelahnya. Yang ditemukan hanya payung milik korban. Dimungkinkan korban hanyut ke sungai di desa setempat," ujar Mudji ketika dikonfirmasi.

Halaman
12
Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved