Breaking News:

Kilas Kriminal Jatim

KILAS KRIMINAL JATIM: Pria Pasuruan Jual Istri hingga Pria Misterius Curi HP di Depot Mie Pangsit

Pria Pasuruan jual istri hingga pencurian ponsel terekam CCTV di sebuah depot mie pangsit Surabaya.

Kolase Pos Belitung dan TribunJatim.com
Ilustrasi istri dijual oleh suami dan foto para tersangka kasus suami jual istri ke teman 

"Sebelum ashar baru datang, banyak wah, semua emosi semua teriak," katanya saat ditemui TribunJatim.com di lokasi.

Mendadak dari arah timur Jalan Tegalsari datang sekelompok massa berkonvoi dalam jumlah besar.

Perkiraan kakek enam cucu itu jumlahnya mencapai ratusan orang.

Mereka berdatangan dengan menaiki mobil pribadi, dan adapula yang menaiki motor.

 Saking banyaknya, ungkap Engkos, ratusan orang itu sempat membuat Jalan Tegalsari sepanjang 200 meter lumpuh total.

"20-an mobil ada, sana ke sana full semua, naik sepeda motor semua," ungkapnya.

Baca selengkapnya

Ramalan Zodiak Besok Rabu, 12 Februari 2020: Cancer Alami Masalah Keuangan, Aries Merasa Kosong

5. Polisi Bakal Jemput Paksa Putra Kiai Jombang Cabuli Santriwati : Ada Surat Perintah Penangkapan

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko bicara soal perkembangan kasus putra kiai di Jombang terduga pencabul santriwati, Selasa (11/2/2020).
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko bicara soal perkembangan kasus putra kiai di Jombang terduga pencabul santriwati, Selasa (11/2/2020). (TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI)

Penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim bakal segera menjemput paksa, MSAT (44).

Ia merupakan putra kiai (gus) di sebuah pondok pesantren (Ponpes) di Losari, Ploso, Jombang.

MSAT adalah putra kiai Jombang cabuli santriwati asal Jateng berinisial MN dan dilaporkan oleh keluarga korban ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolres Jombang, Selasa (29/10/2019) silam.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, rencana penjemputan paksa itu setelah menimbang dua kali agenda pemanggilan terhadap MSAT yang tak membuahkan hasil.

MSAT masih saja mangkir tanpa sebab ataupun alasan yang jelas.

"Ya penangkapan, sesuai dengan surat perintah penangkapan," katanya di Mapolda Jatim, Selasa (11/2/2020).

Sejauh ini, belum ada respon apapun mengenai pemanggilan itu dari pihak MSAT.

Selama ini, ungkap Trunoyudo, hanya perwakilan dari pihak MSAT saja yang kerap datang ke Mapolda Jatim.

Namun itu tidak cukup dan dinyatakan tidak sesuai prosedur pengusutan kasus hukum berdasarkan amanat undang-undang (UU).

Baca selengkapnya

Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved