Pertama Kali BPS Madiun Akan Melakukan Sensus Penduduk Secara Online

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Madiun akan melakukan Sensus Penduduk 2020 dengan sistem online.

Pertama Kali BPS Madiun Akan Melakukan Sensus Penduduk Secara Online
TRIBUNJATIM.COM/IST/Humas Pemkab Madiun
Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro atau Kaji Mbing, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Madiun, Senin (1/10/2019). 

 TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Madiun akan melakukan Sensus Penduduk 2020 dengan sistem online. Sensus penduduk dengan sistem online ini baru pertamanya dilakukan

"Sensus penduduk 2020 ini, merupakan sensus penduduk yang ketujuh, sedangkan tahap sensus penduduk online baru pertama kali dilakukan," kata Kepala BPS Kabupaten Madiun, Manu Atmojo, usai mengadakan sosialisasi sensus penduduk 2020 di Gedung Graha Eka Kapti, Selasa (11/2/2020).

Manu mengatakan untuk tahap awal, segemntasi atau sasaran sensus penduduk online adalah ASN dan mahasiswa di Kabupaten Madiun. Alasannya, ASN dan mahasiswa dianggap lebih familiar dengan gadget, yang menjadi perangkat dalam sensus penduduk online ini.

"Memang segmentasi sensus penduduk online pada tahap awal ini adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mahasiswa karena mereka sudah familiar dengan gadget," katanya kepada Tribunjatim.com.

Profil Lucinta Luna yang Ditangkap Polisi Terkait Narkoba, Pernah Perawatan Tubuh hingga Rp 1 Miliar

Kisah Pilu Mantan Lesbi yang Pacaran dengan Teman Perempuannya, Tinggal Bareng & Berhubungan Intim

Warga Barata Jaya Surabaya Turun Jalan, Desak Wali Kota Risma Hapus Surat Ijo

Dia menuturkan, diharapkan sensus penduduk pada tahun berikutnya bisa mencapai 100 persen, sehingga tidak perlu dilakukan sensus penduduk dengan sistem wawancara, yang membutuhkan biaya yang besar.

"Kalau masyarakat sudah sadar diri, untuk meregistrasi, meng-update data pribadinya, sehingga data ini tersedia secara rutin tanpa mengeluarkan biata yang besar. Bayangkan di Kabupaten Madiun, bisa menggunakan anggaran Rp 9 miliar, untuk melaksanakan sensus penduduk tahun ini," katanya.

Karena masih dalam tahap pertama, sensus penduduk 2020, akan dilakukan secara online dan wawancara.

"Kami akan melatih 1238 orang untuk melakukan sensus wawancara pada Juni, nantinya," katanya kepada Tribunjatim.com.

Sedangkan sensus penduduk dengan sistem online akan dimulai pada 15 Februari hingga 31 Maret 2020.

"Jadi tinggal membuka 15 februari hingga 31 Maret, setelah server pusat dibuka, tinggal klik sensus.bps.go.id kemudian kita ketik NIK sudah muncul daftar keluarga kita," katanya.

Sementara itu, Wabup Madiun, Hari Wuryanto menargetkan, untuk tahap pertama yang secara online minimal bisa mencapai 22 persen.

Dia yakin dengan kesungguhan para ASN yang ada, Kabupaten Madiun bisa mencapai diatas 30 persen, sehingga pada sensus tahap kedua bisa mencapai 100 persen.

Untuk mencapai target itu, dia mengimbau kepada setiap ASN untuk ikut membantu melakukan sosialisasi tentang Sensus Penduduk 2020 di lingkungan masing-masing.

“Kami sudah mengimbau melalui pimpinan OPD masing-masing khususnya yangAparatur Sipil Negara (ASN) harus ikut memmbantu dan mensosialisasikan di lingkungan masing-masing untuk bisa melaksanakan secara online sehingga akan memudahkan bagi petugas sensus dan mempercepat proses’, katanya. (rbp/Tribunjatim.com)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved