Tips Sebarkan Virus Literasi ke Anak-anak dari KLA: Jangan Kebanyakan Materi, Banyak Bergerak!

Nindia Nurmayasari, pendiri Klub Literasi Anak (KLA) bagi tips sebarkan virus literasi terhadap anak-anak.

Tips Sebarkan Virus Literasi ke Anak-anak dari KLA: Jangan Kebanyakan Materi, Banyak Bergerak!
SURYA/CHRISTINE AYU
Potret Nindia Nurmayasari saat mengajar kelas literasi di Klub Literasi Anak (KLA). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Christine Ayu

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Selama tujuh tahun lamanya, Nindia Nurmayasari (36) berkiprah dalam dunia literasi.

Pada 2013, ia telah menerbitkan buku. Terhitung pada 2020, total terdapat 30 buku bergambar yang ia tulis, baik karyanya sendiri maupun kolaborasi dengan penulis lainnya.

Pada 2015, Nindia mulai berkecimpung dalam dunia literasi anak. Ia juga mendirikan Klub Literasi Anak (KLA) yang memberi wadah bagi anak-anak untuk berliterasi.

Kecele Hendak Parkir di Stasiun Gubeng, Pengendara Pilih Mundur Alon-alon Karena Tak Punya E-Money

Bhayangkara FC Vs Persebaya, Ruben Sanadi Puji Kualitas Skuat Bajul Ijo seusai Dirinya Hengkang

Sikapnya yang bersahabat serta tutur katanya yang ceria mampu menarik perhatian. Anak-anak pun tampak tertarik menyimak yang disampaikan olehnya.

"Menurut saya, literasi penting bagi anak sedini mungkin. Tidak hanya melatih imajinasi, berliterasi juga mampu mengenal emosi mereka," kata Maya, sapaan akrabnya.

Sebelum anak mampu membaca, terdapat fase yang tidak boleh ditinggalkan, yakni mendengarkan dan berbicara.

Aji Santoso Yakin Persebaya Bisa Atasi Perlawanan Bhayangkara FC dengan Permainan Khas Bajul Ijo

5 Gejala Penyakit Demam Berdarah Dengue dan 3 Fase DBD, Orang Dewasa Cenderung Parah

"Membaca pun harus sesuai usia. Misalnya pada anak berusia satu sampai dua tahun, harus lebih dimanjakan dengan gambar-gambar yang menarik. Teksnya cukup dua sampai tiga kata. Begitu seterusnya sesuai perkembangan usianya," Maya menjelaskan.

Buku bergambar yang ia tulis, lanjutnya, diperuntukkan bagi usia tiga sampai delapan tahun. Temanya beragam, ada tentang menghargai perbedaan, menumbuhkan keberanian, dan sebagainya.

"Misalnya, salah satu dongeng berjudul 'Cita-cita Tigor' yang mengisahkan harimau yang merasa tidak punya kelebihan. Ternyata dia bisa menyelesaikan pertengkaran dan pada akhirnya membuat hutan kembali tenang," ia mengatakan.

Pengendara Mobil yang Menewaskan Warga Ngantru Tulungagung telah Menyerahkan Diri

Halaman
12
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved